Sinergi Kodam Cendrawasih dan Dekranas Dukung UMKM Papua

foto berita 1 1

 

JAYAPURA_  Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim didampingi Ny. Surry Amrin Ibrahim menghadiri kegiatan kunjungan rombongan Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Provinsi Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sasana Krida, Kantor Gubernur Provinsi Papua, Selasa (27/1/2026).

Bacaan Lainnya

Kehadiran Pangdam XVII/Cenderawasih dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AD, khususnya Kodam XVII/Cenderawasih, dalam mendukung upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan yang dirangkai dengan pelatihan peningkatan kapasitas UMKM ini bertujuan mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi, memperkuat branding, serta memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

foto berita pangdam

Mayjen TNI Amrin Ibrahim menegaskan bahwa UMKM Papua memiliki potensi besar karena ditopang oleh kekayaan budaya dan sumber daya kreatif yang khas. Produk-produk seperti noken, olahan sagu, batik Papua, serta berbagai hasil kriya dan kuliner tradisional bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung identitas dan cerita budaya yang kuat.

“Kekuatan inilah yang harus kita dorong bersama. UMKM Papua harus mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ini merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama antara Seruni Kabinet Merah Putih, Dekranas, Pemerintah Daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam memberdayakan UMKM Papua agar semakin berdaya, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Kodam XVII/Cenderawasih, lanjut Pangdam, akan terus mendukung program-program positif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Papua, sejalan dengan tugas TNI tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan UMKM Papua mampu mengoptimalkan kekayaan budaya Nusantara, khususnya di bidang wastra, kriya, dan kuliner, sebagai keunggulan kompetitif di pasar domestik maupun global. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *