Gagasan GDPK “Membangun Kampung Rasa Kota” Sejalan Dengan Visi Bupati dan Wabup Mimika

Screenshot 20250813 155021 Gallery

Bupati Mimika, Johannes Rettob 

 

Bacaan Lainnya

MIMIKA_ Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyiapkan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). Salah pendekatan dalam GDPK adalah Membangun Kampung Rasa Kota.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyebut salah satu pendekatan dalam grand design pembangunan kependudukan (GDPK) Kabupaten Mimika ini adalah gagasan “Membangun Kampung Rasa Kota” sebagai pendekatan pembangunan kontekstual berbasis wilayah yang bertujuan menjamin akses yang adil terhadap layanan dasar, infrastruktur dan fasilitas sosial bagi masyarakat kampung, setara dengan yang tersedia di wilayah perkotaan.

Pendekatan ini tidak hanya menekankan pemerataan kualitas hidup, tetapi juga tetap menghargai identitas lokal, budaya dan kekhasan sosial yang menjadi jatidiri masing-masing kampung.

“Gagasan Membangun Kampung Rasa Kota ini sangat sejalan dan terintegrasi dengan visi dan misi kami, karena menempatkan kampung sebagai titik awal transformasi pembangunan. Prinsip kami membangun dari kampung ke kota bukan sekadar slogan, melainkan komitmen strategis untuk menjadikan setiap kampung di Kabupaten Mimika memiliki branding lokal yang kuat, berbasis pada potensi unggulan serta kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat setempat,”ungkap Bupati Mimika, Johannes Rettob pada Rabu (13/8/2025).

Pendekatan ini juga dipandang sebagai strategi efektif dalam meningkatkan daya saing kampung secara berkelanjutan. Kampung diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat pertumbuhan baru yang inklusif, kreatif dan berwawasan ke depan.

Menurut Bupati, dengan mengintegrasikan konsep “Membangun Kampung Rasa Kota” ke dalam kebijakan “Membangun Dari Kampung ke Kota” maka dalam jangka panjang, melalui kolaborasi program antar OPD yang terpadu dengan pendekatan kewilayahan, kami meyakini Mimika akan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat, struktur wilayah yang lebih seimbang, serta pertumbuhan penduduk dan pembangunan keluarga yang lebih berkualitas dan berkeadilan.

“Sebagai wujud nyata implementasi dari visi-misi kami dengan pendekatan ini, maka mulai tahun 2025 kami akan memprioritaskan penyusunan profil kampung berbasis data kependudukan yang akurat dan terintegrasi. Pada tahap awal, sebanyak sepuluh kampung akan menjadi percontohan dan selanjutnya dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh 133 kampung di kabupaten mimika memiliki profil kependudukan yang komprehensif,” ujarnya.

Data ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Saya ingin menegaskan bahwa pembangunan kependudukan tidak boleh dipersempit sebagai urusan teknis statistik semata. Ia merupakan fondasi dalam merancang arah dan masa depan Mimika. Oleh sebab itu, seluruh kebijakan pembangunan akan terus kami pastikan berpihak pada rakyat, berbasis data yang sahih dan berlandaskan prinsip keadilan sosial serta keberlanjutan. Kita tidak kekurangan sumber daya, yang kita butuhkan adalah kesatuan langkah untuk menjadikan manusia sebagai investasi utama dalam pembangunan,” ungkapnya. (Redaksi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *