TIMIKA — Harapan besar membuncah dari wilayah pesisir Kabupaten Mimika. Sekretariat Kampung Fanamo, Agapitus Menewe, mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mimika di bawah kepemimpinan pengurus baru untuk benar-benar turun ke kampung dan merangkul potensi olahraga anak-anak muda lokal.

​Agapitus menegaskan bahwa KONI merupakan bagian integral dari Pemerintah Kabupaten Mimika, sehingga program kerjanya harus bersinergi rapat dengan visi dan misi Bupati Mimika, yaitu “Membangun dari Kampung ke Kota.”

​”KONI harus membangun olahraga dari kampung, jangan hanya berfokus di perkotaan saja. Begitupun kami di sini, jangan sampai di pesisir hanya mau dijadikan penonton,” ujar Agapitus.

​Menurutnya, kawasan Manasari dan sekitarnya menyimpan banyak pemuda bertalenta di bidang olahraga. Namun, akibat terbatasnya akses dan minimnya perhatian, potensi besar anak-anak muda pesisir tersebut selama ini kerap terabaikan.

​”Kami sangat berharap Ketua KONI benar-benar merealisasikan pernyataannya untuk membangun olahraga dari kampung. Kami menanti bukti nyata itu,” tambahnya.

​Sebelumnya, Ketua KONI Mimika terpilih, Antonius Kemong, telah menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah kebijakan organisasi dengan program strategis Pemkab Mimika. Ia mengakui bahwa pembinaan prestasi olahraga selama ini cenderung tersentralisasi di wilayah perkotaan, sehingga potensi besar di wilayah pedalaman dan pesisir luput dari jangkauan.

​”KONI tidak bisa berdiri sendiri tanpa pemerintah. Fokus kami ke depan adalah memeratakan pembinaan. Kita tidak hanya fokus di kota, tetapi akan menjangkau kampung-kampung,” tegas Antonius.

​Sebagai langkah konkret pemerataan tersebut, pengurus baru KONI Mimika berencana mengaktifkan kembali struktur organisasi hingga ke tingkat distrik dan kampung. Skema ini disiapkan untuk menjaring serta membina bakat-bakat terpendam pemuda, baik dari wilayah pesisir maupun pegunungan.

​”Kita akan hidupkan pengurus KONI di tingkat distrik dan kampung. Fasilitas olahraga di sana juga akan ditingkatkan agar para atlet lokal memiliki sarana yang memadai untuk berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Antonius.