■ Maria Kotorok saat memberikan pernyataan kepada pers. (Foto: Jefri)
MIMIKA_ Ketua Umum DPP Partai Gelora, Anis Matta melantik Pengurus Baru DPD Mimika Partai Gelora yang diketuai Iwan Makatita. Pelantikan ini digelar serentak secara luring dan daring terhadap 34 DPW dan 468 DPD se-Indonesia pada Sabtu (23/8/2025).
Kepengurusan ini menurut Maria Katorok tidak beretika dan tidak beradab. Pasalnya Maria Kotorok yang memimpin DPD Partai Gelora Mimika sejak 8 tahun berjalan ini tidak mengetahui adanya pelantikan pengurus baru DPD Partai Gelora Mimika.
Maria Kotorok mengaku dirinya tidak mengetahui rencana pelantikan dan pelaksanaan pelantikan tersebut. Bahkan dirinya mengetahui pelantikan tersebut hanya dari media sosial.
Menurutnya, kepengurusan baru DPD Partai Gelora Mimika yang baru dilantik tidak sah dan dirinya masih mengakui sebagai ketua DPD Partai Gelora Mimika yang resmi sesuai mekanisme organisasi.
“Kami belum pernah melakukan pemilihan kepengurusan baru sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Gelora. Jadi, saya tegaskan, kepengurusan kami masih sah,” ujar Maria, pada Selasa (26/8/2025).
Ia menyebutkan, struktur kepengurusan saat ini terdiri dari dirinya sebagai Ketua, Antonius Kemong sebagai Wakil Ketua, Rahmat sebagai Sekretaris, dan Jaya Heatubun sebagai Bendahara.
Menurut Maria, hingga kini belum pernah dilakukan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih pengurus baru DPD Partai Gelora Mimika dan nama-nama yang ada dalam pengurus baru DPD Partai Gelora Mimika yang baru dilantik bukan kader Partai Gelora.
Dia menerangkan, dalam AD/ART, untuk pergantian pengurus ada mekanismenya dimana untuk menjadi pengurus harus merupakan kader partai.
“Mereka yang menjadi pengurus DPD Partai Gelora Mimika yang baru bukan kader kami dan bukan pengurus resmi, bahkan tidak pernah terlibat dalam struktur partai,” tegas Maria.
Ia juga mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk menghentikan klaim sepihak yang justru bisa menimbulkan kegaduhan politik di Mimika.
“Kami bangun partai ini selama delapan tahun tanpa sedikit pun dukungan dari pusat. Jadi jangan tiba-tiba muncul orang-orang yang mengaku pengurus, padahal bukan kader. Ini tidak adil dan tidak beretika,” tambahnya.
Lebih lanjut, Maria meminta kepada DPW dan DPP Partai Gelora untuk memberi klarifikasi resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman di daerah.
“Kalau memang ada pergantian, silakan dilakukan sesuai aturan organisasi. Jangan tabrak mekanisme. Kami siap taat asas, tapi jangan ada tindakan sepihak yang bisa merusak marwah partai,” tutupnya. (Redaksi)





