MIMIKA_ Dua dari tiga jenazah korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Jayawijaya saat ini masih berada di Wamena untuk penanganan medis dan administrasi sebelum dipulangkan ke daerah asal.

​Sementara itu, satu jenazah atas nama Wili Mbuik alias WB (25) telah diberangkatkan dari Wamena menuju Jayapura untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa proses pemulangan jenazah WB dilakukan melalui beberapa rute penerbangan transit.

​“Jenazah diberangkatkan dari Wamena dan transit di Jayapura (Sentani). Penerbangan dilanjutkan menuju Makassar, kemudian ke Jakarta. Pada Jumat dini hari pukul 02.00 WIB, jenazah diterbangkan menuju Bandara El Tari, Kupang, dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 07.00 WITA,” ujar Yusuf, Kamis (10/9/2026).

​Adapun dua jenazah korban lainnya, Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha, saat ini masih berada di Wamena dan direncanakan dipulangkan ke daerah asal masing-masing, yakni Toraja dan Maumere. Aparat kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh proses pengawalan dan pemulangan para korban berjalan lancar serta aman.

​Sebelumnya, insiden penembakan menimpa rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 11 orang di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT. Penyerangan terjadi saat rombongan bertolak dari Wamena untuk meninjau lokasi cetak sawah.

​Akibat peristiwa ini, tiga orang meninggal dunia dan delapan orang lainnya diamankan sebagai saksi untuk dimintai keterangan oleh penyidik.

​Tiga pegawai Dinas Pertanian yang gugur dalam serangan tersebut meliputi Kepala Bidang Peternakan, Aprida Rapi alias AR (49), yang meninggal di lokasi kejadian akibat luka tembak di perut.

​Korban meninggal di lokasi lainnya adalah Alfonsius Albinus Meha alias AAM (35) setelah menderita luka tembak di kepala bagian belakang dan tangan kiri. Sementara itu, Wili Mbuik alias WB (25) sempat dievakuasi karena mengalami luka tembak di pinggang kanan, namun mengembuskan napas terakhir saat menerima penanganan medis di RSUD Wamena.

​Pasca-kejadian tersebut, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas gugurnya tiga ASN tersebut.

Kepolisian juga telah mengantongi ciri-ciri para pelaku dan mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengusut tuntas insiden penyerangan ini.