
TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini. Hal ini menjadi bentuk investasi sumber daya manusia (SDM) yang krusial bagi masa depan daerah.
Pesan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, saat membacakan sambutan Bupati Mimika pada pembukaan Penilaian dan Penyerahan Hadiah Lomba Balita Sehat Tingkat Kabupaten Mimika Tahun 2026 di Hotel Grand Tembaga Timika, Selasa (15/9/2026).
Masa balita, menurut Bupati, merupakan periode keemasan yang menentukan proses pertumbuhan fisik, otak, motorik, bahasa, hingga karakter anak. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang, ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MPASI), imunisasi, hingga pengasuhan penuh kasih sayang wajib dipenuhi secara optimal.
“Peningkatan kualitas SDM merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. SDM yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter harus dipersiapkan sejak usia dini,” kata Fransiskus membacakan amanat Bupati.
Ia menambahkan, pembangunan kesehatan tak boleh sebatas penanganan penyakit, melainkan harus memperkuat upaya promotif dan preventif. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati juga menyoroti peran sentral keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.
“Upaya membangun generasi yang sehat harus dimulai dari keluarga, lalu didukung oleh lingkungan masyarakat serta pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.
Terkait Lomba Balita Sehat yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika ini, pemkab menilai ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana edukasi dan motivasi bagi para orang tua untuk terus memantau pemenuhan gizi dan stimulasi anak.
Pemkab juga berpesan agar kepedulian terhadap tumbuh kembang balita tak berhenti begitu lomba usai.
“Jangan sampai perhatian pada anak hanya diberikan saat ada perlombaan. Ini harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab sehari-hari di rumah,” lanjut Fransiskus.
Kepada Dinas Kesehatan, jajaran Puskesmas, tenaga kesehatan, hingga kader Posyandu, Bupati meminta agar pendampingan dan edukasi terus ditingkatkan secara rutin hingga menjangkau seluruh pelosok Mimika.
“Investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah investasi pada kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan kualitas SDM sejak usia dini,” tutupnya.
Pemkab Mimika mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Tim Penggerak PKK, para tenaga medis, kader Posyandu, hingga orang tua yang aktif berpartisipasi menyukseskan acara tersebut.







Tinggalkan Balasan