MIMIKA_ Beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) yang dibangun Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di wilayah pesisir tidak pernah ditempati tenaga kesehatan (Nakes) yang membuat masyarakat tidak mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Mimika, Rampeani Rachman meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra untuk sering- sering turun ke lapangan, melihat langsung kondisi fasilitas kesehatan yang telah dibangun, serta pelayanan kesehatan disana sudah maksimal didapat masyarakat atau belum.
“Informasi dari Kepala Distrik Mimika Barat, pustu di Aparuka tidak ada tenaga kesehatan yang ditempatkan disana. Saya tidak mengerti apa kepala dinas mengetahui persoalan ini atau tidak, karena fakta di lapangan berdasarkan laporan masyarakat tidak ada tenaga kesehatan yang ditempatkan disana dan melakukan pelayanan kesehatan disana,” kata Rampeani, Selasa (16/9/2025).
Kata Rampeani, tidak ada tenaga kesehatan disana sudah bisa dipastikan pelayanan kesehatan sudah juga tidak ada.
“Selama ini masyarakat yang sakit hanya bisa mendapat pelayanan di Kokonao yang menjadi ibu kota Distrik Mimika Barat, sedangkan jarak tempuh dari Aparuka ke Kokonao dengan transportasi laut itu memakan waktu sekitar lima jam,” kata Rampeani.
Hal yang sama, sambung Rampeani, juga terjadi di pustu Wapu Distrik Jita berdasarkan laporan masyarakat tidak ada tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan disana.
Rampeani meminta kepala Dinas Kesehatan untuk segera mengevaluasi terhadap persoalan- persoalan ini, karena Pemerintah Kabupaten Mimika telah mempercayakan dinas kesehatan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Diketahui, Rabu tanggal 17 September 2025, Komisi III DPRK Mimika menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk mendengar langsung kendala apa saja yang dihadapi dinas kesehatan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Mimika. (Redaksi)




