TIMIKA — Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Papua Tengah masa bakti baru resmi dilantik oleh Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Pengurus Besar (PB), Dudung Samsudin. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Aula Masjid Hidayatullah KM 9, Distrik Wania, Mimika, Minggu (30/8/2026).

​Nahkoda baru PW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Tengah, Rahadian Rizky Putra, menegaskan bahwa nilai-nilai Islam tidak sebatas ritual ibadah di dalam masjid, melainkan harus hadir memberikan jawaban atas persoalan sosial masyarakat.

​”Bagi saya, Islam adalah teriakan dan bisikan ketika ada kesenjangan di tengah masyarakat. Keislaman sebuah organisasi harus tercermin dari kepedulian sosial dan keberanian menyuarakan keadilan,” ujar Rahadian dalam sambutannya.

​Rahadian berharap kepengurusannya dapat membawa ruang gerak baru untuk berkolaborasi dengan jajaran dewan pembina, tokoh agama, hingga pemerintah daerah demi menyelesaikan berbagai dinamika masyarakat di Papua Tengah.

Sementara itu Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, H. Muhammad Kasman dalam sambutannya secara virtual menggarisbawahi pentingnya istiqamah dalam menyiapkan kader-kader muda menyambut Indonesia Emas 2045. Kasman menitikberatkan dua pilar utama pergerakan organisasi, yaitu kemandirian ekonomi dan akses pendidikan.

​”Sebagai Pemuda Muslim harus mampu meneladani spirit para pendiri organisasi  pemuda Islam harus berdaya secara ekonomi. Selain itu, kami mendorong kader untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya,” kata Kasman.

​Ia menambahkan, PB Pemuda Muslimin Indonesia bekerja sama dengan Lazis Syarikat Islam dan BAZNAS Pusat siap memfasilitasi beasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 bagi kader di Papua Tengah yang terkendala biaya.

Dewan Pembina PW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Tengah, Herman Gafur yang hadir dalam kesempatan itu memberikan arahan menohok agar pengurus baru tidak terjebak dalam kegiatan seremonial semata.

“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas atau gagah-gegahan. Masyarakat Papua Tengah tidak butuh acara seremonial, yang dibutuhkan adalah langkah konkret dan aksi nyata,” tegas Herman.

​Selaku Dewan Pembina, Herman menyampaikan tiga poin krusial yang wajib dijalankan pengurus PW Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Papua Tengah yang baru dilantik untuk segera membentuk dan melantik kepengurusan cabang di seluruh kabupaten se-Papua Tengah, tidak hanya berfokus di Kabupaten Mimika.

Termasuk, mendorong akses pendidikan bagi pemuda Islam sesuai amanat UU No. 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, dan membangun ruang diskusi produktif lintas organisasi kepemudaan dan mahasiswa untuk melahirkan solusi bagi daerah.

Pelantikan ini turut dihadiri perwakilan jajaran DPRD, tokoh agama, tokoh pemuda, ulama, serta pengurus Syarikat Islam dan organisasi kepemudaan setempat.