MIMIKA_ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memperketat sosialisasi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Mengandalkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai sarana utama, langkah ini diambil guna membangun kebiasaan hidup sehat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Staf Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) sekaligus Promosi Kesehatan Dinkes Mimika, Yohanis Marani, menjelaskan bahwa edukasi kesehatan membutuhkan sinergi yang kuat antara puskesmas, kader, dan lintas sektor terkait.
”Tingginya antusiasme warga, seperti yang terlihat di Posyandu Tambelo, menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan bersama,” ujar Yohanis di sela-sela kegiatan Posyandu Tambelo, Senin (3/8/2026).

Yohanis menekankan bahwa pembentukan pola PHBS harus bermula dari skala terkecil, yaitu keluarga. Edukasi yang digencarkan diarahkan agar benar-benar dipraktikkan dalam rutinitas harian di rumah, bukan sekadar menjadi pengetahuan teoretis.
“Perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai dari rumah. Jika lingkungan keluarga sudah tertata dengan sehat, maka target pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh dan sehat bisa tercapai,” tuturnya.
Dalam proses ini, kader posyandu memegang peranan krusial sebagai garda terdepan pelayanan. Dinkes Mimika terus merangkul para kader agar materi edukasi PHBS terbukti efektif dan memicu perubahan perilaku nyata di lingkungan tempat tinggal warga.
Ia juga mengimbau warga untuk konsisten mendatangi posyandu, khususnya membawa balita dan anggota keluarga lainnya, demi mendapatkan pemantauan kesehatan serta informasi PHBS secara berkala. Penerapan PHBS yang konsisten dinilai menjadi kunci utama memutus rantai penularan berbagai penyakit endemik di Mimika, salah satunya malaria.
”Dengan disiplin menerapkan PHBS, risiko penularan berbagai penyakit yang masih menjadi tantangan daerah dapat kita tekan secara signifikan,” tambah Yohanis.
Saat ini, tingkat partisipasi masyarakat pada kegiatan posyandu telah menembus angka sekitar 85 persen. Meski mayoritas warga merespons positif program selaras dengan arahan Bupati Mimika ini, Dinkes mengakui masih ada sebagian kecil warga yang enggan hadir karena ragu atau takut terhadap prosedur medis seperti imunisasi. Untuk itu, pendekatan persuasif terus dilakukan secara intensif.
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Mimika, Irfandi. Ia menilai edukasi PHBS langsung di lapangan sangat efektif memacu kesadaran warga.
Irfandi berharap masyarakat tidak sekadar menjadi pendengar dalam penyuluhan, melainkan aktif mempraktikkan gaya hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing agar manfaatnya dirasakan jangka panjang. (Redaksi)





