MIMIKA- Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, bendera Jolly Roger dari serial One Piece ramai dikibarkan netizen sebagai bentuk ekspresi kritik sosial.
Asal Usul Bendera Jolly Roger ala One Piece
Bendera Jolly Roger merupakan simbol kru Straw Hat Pirates, pimpinan Monkey D. Luffy dalam manga karya Eiichiro Oda. Desain tengkorak bertopi jerami itu mengambil inspirasi dari bendera bajak laut abad ke-18 sebagai tanda perlawanan dan kebebasan.
Makna Simbolik Bagi Penggemar
Dalam cerita One Piece, Jolly Roger mencerminkan semangat melawan penindasan, solidaritas, dan tekad melawan ketidakadilan. Nilai-nilai ini diadopsi oleh banyak penggemar sebagai kritik terhadap kondisi sosial-politik saat ini.
Fenomena di Indonesia: Truk Pengemudi & Aksi Massa
Gerakan pengibaran pertama kali dilakukan oleh sopir truk di Jawa sebagai protes terhadap larangan truk ODOL (over dimension overload) sejak Juni 2025. Mereka menolak mengibarkan bendera nasional dan memilih Jolly Roger sebagai simbol protes.
Kontroversi dan Reaksi Resmi
Beberapa politisi menyatakan kekhawatiran bahwa bendera tersebut bisa menodai nilai nasionalisme.
Menteri HAM juga menilai pengibaran bisa dianggap makar dan melanggar hukum lalu mendapat dukungan PBB karena melindungi simbol negara.
Narasi Nasionalisme Modern?
Sebaliknya, sebagian kalangan menganggap pengibaran Jolly Roger sebagai bentuk nasionalisme modern dan cara kreatif menyalurkan kritik tanpa kekerasan. Wakil Ketua MPR (Ibas) menekankan meski ekspresi sah, Merah Putih tetap harus dijunjung tinggi sebagai lambang bangsa.
Nilai Kultur Pop yang Mendalam
Fenomena ini bukan sekadar tren viral atau meme. Menurut ahli sosial budaya, pengibaran bendera One Piece melalui meme dan media sosial mencerminkan kegelisahan kolektif masyarakat—khususnya generasi muda—atas ketimpangan, janji pemerintah tak terealisasi, dan keinginan perubahan sosial. (Redaksi)










