
MIMIKA — Konflik antarwarga Kampung Fanamo dan Kampung Omawita yang pecah pada Minggu (4/10/2026) berbuntut panjang. Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Manasari mengalami tindakan pengancaman oleh oknum warga, hingga akhirnya terpaksa ditarik dan dievakuasi ke pusat kota demi keselamatan jiwa.
Para nakes mengaku terpukul harus meninggalkan wilayah tugas. Rasa dilema menyelimuti, sebab banyak warga—khususnya ibu hamil—yang membutuhkan pendampingan serta pertolongan medis berkala.
”Kami itu tidak tela untuk tinggalkan tempat tugas karena banyak masyarakat terlebih ibu hamil yang harus dipantau. Kami kepikiran, tapi ada rasa takut yang mengancam kami sehingga kami harus tinggalkan tempat tugas. Karena kalian punya perbuatan kami takut dan harus kasih tinggal masyarakat,” curhat Hasmawati, salah satu nakes, saat proses mediasi di Kantor Polsek Mimika Timur, Kamis (8/10/2026).
Sambil menahan tangis, Hasmawati membeberkan kepasrahan mereka saat diintimidasi secara langsung di lokasi kejadian.
”Tapi kami harus kasih tinggal. Kami sebetulnya tidak mau kasih tinggal tapi kami harus kasih tinggal karena kami ketakutan diancam dengan kayu. Tinggalkan tempat tugas, kami terus kepikiran dengan masyarakat disana tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena rasa takut,” ungkap Hasmawati berurai air mata.
Menanggapi situasi traumatik yang dialami stafnya, Kepala Puskesmas Manasari, Faustina Sarwa Koke, meminta jaminan keamanan yang nyata dari masyarakat sebelum nakes kembali melayani.
Ia juga mendesak adanya penempatan petugas keamanan agar pelayan publik, termasuk guru, merasa aman.
”Kalau tidak ada saya akan tarik saya punya petugas,” ujar Kepala Puskesmas.







Tinggalkan Balasan