
MIMIKA_ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar menjadi budaya yang mengakar di lingkungan sekolah. Langkah ini ditegaskan melalui kegiatan Safari PHBS yang digelar di SMP Negeri Koperapoka, Timika, Sabtu (10/10/2026).
​Melalui agenda tersebut, Dinkes Mimika menekankan pentingnya konsistensi kebiasaan sehat sekaligus menguatkan kembali peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
​Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti jajaran Dinkes Mimika, para guru, dan ratusan siswa-siswi. Acara dilanjutkan dengan penyerahan poster kampanye PHBS dan Aksi Bergizi secara simbolis oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika, Nelly Pangaribuan, kepada Kepala SMP Negeri Koperapoka, Salju Sandalinggi.

​Dinkes berharap edukasi visual tersebut tidak sekadar menjadi pajangan dinding, melainkan bertindak sebagai pengingat aktif bagi seluruh warga sekolah untuk terus menjalankan hidup sehat setiap hari.
​Uniknya, sosialisasi kesehatan kali ini tidak hanya dipaparkan oleh petugas medis, tetapi juga melibatkan Ketua dan Sekretaris OSIS SMPN Koperapoka. Keterlibatan pengurus OSIS ini bertujuan untuk menggerakkan partisipasi sebaya agar ajakan hidup bersih terasa lebih inklusif dan efektif.

​Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika, Nelly Pangaribuan, menyampaikan bahwa sekolah memegang peran strategis dalam membentuk karakter dan kebiasaan sehat anak sejak dini.
​”Penerapan PHBS tidak boleh berhenti pada sosialisasi seremonial, tetapi harus menjadi bagian integral dari aktivitas sehari-hari peserta didik. Safari PHBS bukan sekadar sosialisasi, melainkan upaya menjaga konsistensi penerapan perilaku sehat,” tegas Nelly.
​Ia juga mengapresiasi kondisi lingkungan SMPN Koperapoka yang asri dan rindang. Menurutnya, lingkungan fisik yang terawat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan sekolah sehat. Nelly menambahkan, keberhasilan program PHBS dan Aksi Bergizi membutuhkan komitmen linier lintas sektor, mulai dari Dinkes, Puskesmas, Dinas Pendidikan, hingga pihak sekolah.

​Sementara itu, Kepala SMP Negeri Koperapoka, Salju Sandalinggi, menegaskan komitmennya untuk memelihara keberlanjutan program PHBS melalui pengawasan berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah.
​Salah satu inovasi yang diterapkan sekolah adalah penggunaan buku penghubung untuk memantau tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, seperti aktivitas olahraga, pola makan bergizi, pola tidur, hingga kebiasaan bangun pagi.
​Selain itu, pihak sekolah rutin menjaga kebersihan fasilitas sanitasi, membiasakan budaya cuci tangan pakai sabun, serta menyediakan pasokan air minum higienis dari pengelola air minum lokal—bukan air isi ulang biasa—dan mengimbau siswa membawa botol minum (tumbler) sendiri.

​Untuk memastikan kedisiplinan dan menjaga area bebas rokok, sekolah memanfaatkan jaringan kamera pengawas (CCTV) di area-area strategis.
​”Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Dinas Kesehatan Mimika. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kesehatan dan kebiasaan hidup peserta didik. Anak-anak kita ke depan tidak hanya harus berprestasi, tetapi juga wajib sehat,” tutur Salju.
​Melalui giat ini, Dinkes Mimika berharap praktik baik yang dijalankan SMP Negeri Koperapoka dapat dipertahankan dan menjadi percontohan (role model) bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Mimika.







Tinggalkan Balasan