Kado Natal, Disparbudpora Mimika Serahkan Sejumlah Rumah Produksi Serta Alat Ukir dan Anyam Untuk Masyarakat Amor

Screenshot 20251229 073444 Gallery
Plt Kepala Disparbudpora Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin didampingi Sekretaris Disparbudpora dan Kepala Bidang Kebudayaan menyerahkan alat ukir dan menganyam kepada perwakilan masyarakat Kamoro. (Foto: Jefri)

 

MIMIKA_ Sebagai Kado Natal, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika menyerahkan sejumlah bahan atau alat untuk mengukir dan menganyam kepada masyarakat dua suku besar di Kabupaten Mimika yakni masyarakat suku Kamoro dan suku Amungme yang tergabung dalam sejumlah sanggar binaan Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Bacaan Lainnya

Selain alat bantu mengukir dan menganyam, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Mimika juga menyerahkan 6 unit rumah produksi seni dan budaya yang diperuntukan bagi masyarakat Amungme dan Kamoro yang tersebar di tiga Distrik yakni Distrik Wania, Distrik Mimika Timur dan Distrik Wania.

20251218 152048 scaled

Enam unit rumah produksi tersebut telah dibangun Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Mimika, yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025.

Penyerahan rumah produksi serta alat mengukir dan menganyam dilakukan secara simbolis di Rumah Produksi “Ae Wamuta Iyakoko” jalan Sp1 Distrik Wania dan “Amungme More” jalan poros Sp5 Distrik Iwaka pada tanggal 18 Desember 2025 dan tanggal 19 Desember 2025.

Screenshot 20251229 073400 Gallery

Penyerahan ini kepala Dinas Disparbudpora didampingi Sekretaris Disparbudpora Mimika, Santy Sondang, Kabid Kebudayaan Lidya Uden Tuling, S.S.,M.Si dan turut disaksikan pihak Distrik Wania yang diwakili Nurlina, S.Pd selaku Kasie Trantib Distrik Wania.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika, Elisabeth Cenawatin menyebut apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika merupakan salah satu upaya dari Pemerintah dalam menjaga, mengangkat dan melestarikan budaya Kamoro dan Amungme yakni budaya mengukir patung Kamoro, menganyam noken.

Screenshot 20251229 073338 Gallery

Dia berharap rumah produksi yang telah dibangun, serta alat- alat mengukir dan menganyam yang diberikan Pemerintah dapat dijaga dan dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat.

“Rumah yang kita bangun tidak hanya tinggal begitu saja. Rumah ini akan menjadi tempat bagi masyarakat untuk berkreasi dalam menganyam dan mengukir, dengan begitu hasilnya akan dijual dan dipamerkan yang nantinya akan membawa dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat,” kata Elis Cenawatin.

Screenshot 20251229 073320 Gallery

Sebagaimana harapan Pemerintah, sambung Elis, rumah produksi yang dibangun dapat menjaga tempat bagi masyarakat untuk berkreasi melalui mengukir, menganyam serta mengedukasi anak- anak muda sebagai generasi penerus.

Harapan terbesar Pemerintah harus ada generasi muda yang dilatih agar bisa menjadi penerus dalam mengembangkan dan menjaga budaya ditengah perkembangan dunia saat ini.

Screenshot 20251229 073156 Gallery

“Besok- besok orang tua yang ada, tidak lagi mampu untuk mengukir dan meganyam noken, anak- anak muda sebagai generasi penerus inilah yang akan mengganti serta menjaga dan melestarikan budaya Kamoro dan Amungme,” terangnya.

Menurutnya, agar budaya yang ada terus dilestarikan, masyarakat dua suku besar inilah yang harus berperan aktif dan harus ada regenerasi, sehingga budaya yang ada saat ini tidak hilang, namun terus dikenal orang lain.

Screenshot 20251229 073206 Gallery

“Kita tunjukan bahwa kita sendiri mampu untuk menjaga dan melestarikan budaya, sehingga budaya kita tidak hilang ditelan perjalan waktu dan perkembangan dunia modern. Dengan terus melestarikan dan mengembangkan budaya kita, sehingga budaya kita semakin dikenal daerah luar bahkan manca negara, bukan hanya kenal tambang emasnya saja,” ujarnya. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *