“Ko Trada Orang Dalam Toh?” Timika Memanggil Ribuan Pencaker Turun Jalan di Hari Buruh

Screenshot 20260430 143037 Gallery

 

MIMIKA_ Peringati Hari Buruh atau May Day, para buruh di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah akan turun jalan menyuarakan hak-hak para buruh dan pencari kerja di Timika.

Bacaan Lainnya

Aksi damai yang diinisiasi oleh Asosiasi Pencari Kerja Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) ini dijadwalkan berlangsung tepat pada momen Hari Buruh Internasional, Jumat, 1 Mei 2026. Dengan titik kumpul di Bundaran Petrosea, massa direncanakan mulai bergerak pada pukul 08:00 WIT hingga selesai.

Tagline provokatif sekaligus menyentuh realita,“Ko trada orang dalam toh? Mari gabung! Kerja Untuk Timika, menjadi motor penggerak aksi ini.

Seruan aksi bertajuk “Timika Memanggil: Suarakan Hak Kerja Anak Negeri!” membawa akan tiga tuntutan utama fundamental kepada pemerintah dan pihak swasta.

Pertama, Evaluasi Total Sistem Perekrutan. Pencaker menuntut transparansi penuh dan prioritas utama bagi pelamar berdomisili lokal Timika.

Kedua, Atasi Angka Pengangguran, Pencaker mendesak pemerintah dan perusahaan swasta untuk membuka akses lapangan kerja yang adil dan luas.

Ketiga, Pemberdayaan SDM Lokal. Pencaker ingin memastikan program sertifikasi dan pelatihan kerja tepat sasaran agar pemuda Timika mampu bersaing di industri.

Aksi tersebut juga menyoroti ironi di mana Timika yang dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, justru mencatat angka pengangguran yang mencekik bagi penduduk lokal.

Ditambah Sistem perekrutan tenaga kerja saat ini dianggap gagal memprioritaskan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sehingga masyarakat setempat merasa hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

APELCAMI sebagai inisiator mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, dan seluruh mahasiswa di Kota Timika untuk hadir dengan mengenakan almamater, baju organisasi, atau pakaian bebas rapi.

“Saatnya kita bersatu, merapatkan barisan, dan menuntut keadilan ruang kerja bagi anak-anak negeri,” tulis pernyataan dalam poster yang diterima Papuaeksklusif.com

Aksi ini diharapkan menjadi momentum bagi para pemangku kebijakan untuk menoleh kembali pada nasib para pencari kerja lokal dan menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkeadilan di tanah Mimika. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *