MIMIKA_ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mendistribusikan air bersih untuk membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Pelayanan penanganan krisis air ini telah berlangsung hampir dua pekan.

​Masyarakat yang membutuhkan pasokan air, khususnya di kawasan SP2 dan Pasar Lama, diminta aktif melapor ke petugas piket di pos pemadam kebakaran terdekat.

​Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti dengan pengantaran air ke lokasi pemohon.

​“Pelayanan sudah berjalan hampir dua minggu. Masyarakat yang butuh air, terutama di SP2 dan Pasar Lama, bisa langsung lapor ke pos pemadam. Petugas akan langsung merespons dan mengantar,” kata Agustina usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (21/9/2026).

​Agustina mengingatkan bahwa air yang disalurkan BPBD difokuskan untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) dan cuci peralatan rumah tangga, bukan untuk dikonsumsi.

​“Air ini bukan untuk minum, tapi bisa dipakai mandi dan cuci piring. Ini solusi sementara daripada tidak ada air sama sekali,” jelasnya. Untuk kebutuhan minum dan memasak, ia mengimbau warga tetap menggunakan air galon demi menjaga kesehatan.

​Di sisi lain, BPBD Mimika menghadapi tantangan berkurangnya pasokan air akibat menyusutnya debit air di sumber langganan mereka di kawasan Mil 400.

​“Debit air di Mil 400 yang biasa kami ambil sudah berkurang, jadi pengambilan tidak bisa maksimal,” ungkap Agustina.

​Meski demikian, BPBD memastikan pelayanan distribusi air tetap berjalan di pos-pos pemadam kebakaran. Warga yang membutuhkan diimbau tidak ragu melapor agar kebutuhan air harian dapat segera tertangani.