
TIMIKA — Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Klasis Mimika menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan di Timika dalam mendukung percepatan program eliminasi malaria di Kabupaten Mimika.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi PAM GKI Klasis Mimika, Alfred Toridu, pada Rabu (7/10/2026). Langkah ini diambil merespons tingginya kasus malaria di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Capaian Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah per 22 September 2026, Kabupaten Mimika mencatatkan 118.314 kasus positif malaria. Angka Annual Parasite Incidence (API) mencapai 556,04 per 1.000 penduduk, yang menempatkan Kabupaten Mimika dalam kategori wilayah Endemis Tinggi III.
Menanggapi kondisi tersebut, Alfred menilai bahwa kondisi lingkungan serta kepadatan penduduk di area perkotaan menjadi faktor utama yang mendukung pesatnya perkembangbiakan nyamuk. Oleh karena itu, perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat sangat krusial dalam upaya pengendalian malaria.
“Timika ini daerah endemis. Lingkungan kita di sini sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk, ditambah lagi kepadatan penduduk terpusat di kawasan kota. Karena itu, pola pikir dan perilaku masyarakat juga perlu terus diperhatikan,” ujar Alfred.
Ia menambahkan, potensi dan jumlah pemuda yang besar di Timika harus dilibatkan secara aktif. Energi serta semangat anak muda menurutnya merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk membawa perubahan nyata.
“Sudah saatnya kami dilibatkan. Anak-anak muda ini jumlahnya banyak dan masih memiliki semangat tinggi untuk berpartisipasi,” tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, Alfred berharap para pemuda dapat bergerak bersama mengedukasi masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan bahaya malaria. Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk memelopori gerakan menjaga kebersihan lingkungan mulai dari rumah masing-masing.
“Ayo anak-anak Timika, kita sama-sama jaga lingkungan rumah kita agar tetap bersih. Kalau rumah bersih kita akan sehat, dan kalau sehat kita bisa lebih produktif,” pungkas Alfred.







Tinggalkan Balasan