MIMIKA_ Maskapai penerbangan PT Associated Mission Aviation (PT AMA) memberikan penghormatan terakhir kepada pilotnya yang gugur dalam insiden penembakan di Distrik Balinggama, Kabupaten Yahukimo.
Jenazah pilot Nicholas F. Goselin kini telah berhasil dievakuasi dan diserahterimakan dari pihak TNI-Polri kepada manajemen maskapai di Timika.
Asisten Manajer Operasi sekaligus Perwakilan PT AMA Air, Mario Tetol, menyatakan bahwa setelah proses serah terima dari aparat keamanan, jenazah tidak langsung diterbangkan ke Jakarta. Pihak maskapai terlebih dahulu membawa mendiang ke Sentani, Kabupaten Jayapura, untuk melangsungkan prosesi penghormatan.
“Jadi hari ini belum langsung ke Jakarta. Kami bawa dulu ke Sentani, dan kami akan melakukan penghormatan terakhir kepadanya. Setelah itu, baru kami akan memberangkatkan jenazah ke Jakarta,” ujar Mario Tetol saat memberikan keterangan pers di Timika, Jumat (3/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mario juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang bergerak cepat dalam melakukan proses evakuasi dari lokasi kejadian hingga tiba dengan selamat di Timika.
Nicholas F. Goselin diketahui telah bergabung bersama PT AMA sejak Juli 2024 hingga mengembuskan napas terakhirnya dalam tugas melayani masyarakat dalam dunia penerbangan dan selama enam bulan terakhir, ia secara rutin melayani masyarakat di rute perintis Wamena– Balinggama
Rute perintis tersebut dijadwalkan terbang setiap hari Kamis, dengan frekuensi empat kali penerbangan dalam sebulan.
Mario menjelaskan bahwa selama setengah tahun melayani rute tersebut, pihak maskapai tidak pernah menerima laporan ancaman atau gangguan keamanan sama sekali.
Bahkan sebelum insiden maut itu terjadi, laporan yang diterima dari lapangan hanya terkait kondisi cuaca yang sangat cerah dan mendukung penerbangan.
“Sebelum kejadian, tidak ada laporan (keamanan) apa pun. Kami hanya mendapat laporan terkait cuaca yang baik, dan pada saat itu memang cuaca sangat cerah. Selama ini tidak ada masalah, dan kami sudah berjalan selama enam bulan melayani masyarakat di sana,” kenang Mario.
PT AMA merupakan salah satu maskapai legendaris yang telah mendedikasikan diri selama 67 tahun melayani penerbangan perintis di pedalaman Papua.
Terkait kelanjutan operasional penerbangan pasca-insiden ini, Mario menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah penanganan musibah dan pemulangan jenazah pilot mereka.
Meskipun pelayanan penerbangan secara umum tetap berjalan, manajemen belum dapat memastikan kapan rute ke wilayah terdampak akan kembali dibuka normal.
”Untuk pelayanan (umum) kami berjalan, tetapi sementara kami masih fokus pada musibah ini. Mengenai kapan (rute tersebut aktif kembali), kami belum bisa memastikan karena saat ini masih dalam proses penanganan,” pungkasnya. (Redaksi)





