MIMIKA_ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Rampeani Rachman melaksanakan reses tahap kedua di Kampung Persiapan Waitipiri- Atuka, Distrik Mimika Tengah pada Rabu (8/10/2025).
Dalam reses tersebut, Srikandi partai Perindo itu banyak menyerap dan menampung aspirasi dari masyarakat disana. Adapun aspirasi yang disampaikan seperti pembangunan rumah layak huni, pemekaran Kampung di Atuka, masalah air bersih, pendidikan, pembangunan jembatan penghubung dari kampung Waitipiri ke kampung induk Atuka, hingga kinerja kepala Distrik yang jarang berada di tempat tugas.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, Rampeani mengatakan juga terlihat memberikan sejumlah bantuan bahan makanan dan bantuan 3 buah profil tangki air kepada masyarakat disana.
Kehadiran Rampeani Rachman disambut hangat masyarakat disana dengan harapan apa yang menjadi aspirasi masyarakat dapat didorong dan diperjuangkan dalam pembangunan kedepan.

“Hari ini saya turun ke masyarakat di Kampung Persiapan Waitipiri, dan saya mendapat banyak sekali persoalan mulai dari masalah air bersih, rumah layak huni, masalah pendidikan, pembangunan jembatan penghubung, pemekaran Kampung hingga Kepala Distrik yang tidak pernah berada di tempat,” kata Rampeani usai menggelar reses.
Menurutnya masalah yang ditampungnya di Kampung Persiapan Waitipiri, menjadi persoalan hampir semua daerah di wilayah pesisir.
Rampeani Rachman menyebut apa yang menjadi persoalan masyarakat hari ini dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika dalam pembangunan kedepan, sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yakni membangun dari Kampung ke Kota.
■ Rumah Layak Huni
Terkait permintaan rumah layak huni, Rampeani Rachman akan mendorong ke Pemerintah Kabupaten melalui OPD teknis. Dia menegaskan pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat pedalaman jangan lagi menggunakan kayu melainkan menggunakan tembok dan lantai menggunakan keramik.
“Saya minta pembangunan tidak lagi menggunakan kayu. Masyarakat meminta dibangunkan rumah permanen dengan model tembok. Masyarakat pedalaman juga punya harapan ingin tinggal di rumah yang tembok seperti masyarakat di perkotaan pada umumnya,” ujarnya.
Ini, sambung Rampeani, agar ada kesetaraan dan pemerataan pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat Mimika.
“Masa masyarakat di Mimika dibangunkan rumah dengan model tembok, sedangkan masyarakat pedalaman hanya dengan kayu. Saya pikir soal transportasi bukan masalahnya, buktinya ada juga fasilitas Pemerintah yang bisa dibangun dengan model tembok, kenapa rumah masyarakat tidak bisa,” ujarnya.
■ Pemerekaran Kampung
Rampeani juga mendorong pemekaran Kampung di Mimika Tengah, termasuk Kampung persiapan Waitipiri.
Dia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mimika segera merealisasikan pemekaean kampung di Mimika, sehingga ada pemerataan pembangunan yang dirasakan oleh setiap masyarakat.
■ Pendidikan
Masalah pendidikan, Rampeani Rachman meminta Dinas Pendidikan membangun asrama di SMA Kokonao.
“Keluhan dari para orang tua agar anak-anak mereka harus masuk asrama, sehingga mereka tidak bolak balik dan tidak mengkawatirkan orang tua. Selain itu di asrama mereka dapat dibina lebih baik,” terangnya.
■ Air Bersih
Sementara Air bersih, Rampeani Rachman menerima laporan bahwa dua fasilitas air bersih yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Mimika sejak tahun 2024 lalu belum dapat digunakan dan dirasakan manfaat oleh masyarakat.
“Saya mendapat laporan dari masyarakat bahwa air bersih yang dibangun ternyata belum sampai ke rumah rumah masyarakat. Entah apa kendalanya sampai sekarang masyarakat belum mendapat manfaat langsung dari pembangunan air bersih itu, saya akan memastikan secara langsung untuk mencari solusi agar secepatnya masyarakat bisa mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” terangnya.
Menurutnya pembangunan air bersih yang sudah dibangun sejak tahun 2024 itu seharusnya sudah memberikan manfaat bagi masyarakat di Kampung Atuka, namun kenyataannya tidak demikian.
■Pembangunan Jembatan Penghubung Kampung
Rampeani Rachman yang lahir dari daerah pemilihan (Dapil) termasuk Distrik Mimika Tengah akan mendorong dan mengawal pembangunan jembatan penghubung dari kampung Waitipiri ke kampung induk Atuka.
Kata Rampeani, jembatan penghubung dengan panjang sekitar 300 meter itu menjadi harapan bagi masyarakat disana terutama bagi para pelajar.
“Saya akan pastikan jembatan penghubung antar kampung dibangun untuk menjawab kerinduan masyarakat,” ujarnya.
■ Kinerja Kepala Distrik
Menurutnya persoalan- persoalan seperti ini seharusnya dilaporkan secara berkala Kepala Distrik kepada pimpinan daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Mimika.
“Bagaimana persoalan masyarakat mau diketahui secara baik jika Kepala Distrik saja berdasarkan laporan masyarakat jarang berada di tempat tugas. Kepala Distrik harus betah di tempat untuk melihat persoalan persoalan yang ada di Distrik serta Kampung yang berada di wilayahnya,” ujarnya.
“Selain itu, istri Kepala Distrik yang melekat sebagai ketua PKK tingkat Distrik harus juga berada di Distrik mendampingi suaminya untuk juga melihat kondisi masyarakat terutama persoalan kesejahteraan ibu rumah tangga dan persoalan persoalan lain yang berkaitan dengan tugas PKK,” tambah Rampeani.

Sementara itu Marius Wepumi selaku Tokoh Masyarakat sekaligus calon kepala kampung persiapan Wakaitiri menyampaikan terimakasih kepada Rampeani Rachman sebagai perpanjangan tangan masyarakat telah datan ke kampung untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Dengan adanya kunjungan hari ini, kami warga masyarakat dari kampung persiapan sangat berterimakasih, karena kami dengan mudah menyampaikan aspirasi yang menjadi harapan kami selama ini, agar menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika dalam pembangunan kedepan,” ungkap Marius Wepumi selaku Tokoh Masyarakat sekaligus calon kepala kampung persiapan Wakaitiri
Pemerekaran yang menjadi program Pemerintah Kabupaten Mimika merupakan harapan besar bagi masyarakat pesisir agar ada pemerataan pembangunan dan kampung persiapan Waitipiri merupakan bagian dari implementasi dari program besar Pemerintah Kabupaten Mimika.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mimika segera merealisasi pemekaran kampung di Mimika dan termasuk kampung persiapan Waitipiri.
Sebagai langkah nyata, masyarakat Waitipiri telah membangun sebuah kampung baru tepat di seberang kampung induk (Atuka) yang telah didiami 37 kepala keluarga (KK).
“Sebagai kampung persiapan yang masih banyak membutuhkan pembangunan, kami berharap kepada ibu Dewan (Rampeani Rachman) sebagai perpanjangan tangan masyarakat yang telah mendengar langsung keluhan kami, dapat mendorong harapan kami untuk pembangun yang berkelanjutan di tahun- tahun yang akan datang,” ujar Marius Wepumi.
Selain pemekaran kampung, masyarakat juga mengusulkan pembangunan rumah layak huni, PAUD di Kampung persiapan Waitipiri, fasilitas air bersih hingga jembatan penghubung antar kampung persiapan Wakaitiri ke kampung induk.
“Kami sangat harap ibu dewan bisa bantu kami bangunkan jembatan tersebut karena itu menjadi akses bagi kami dari kampung persiapan menuju kampung induk, terutama bagi anak- anak sekolah. Untuk ke Kampung Induk hanya menggunakan perahu fiber jonson, kalau anak-anak pulang sekolah dan orang tua sedang mencari, terpaksa anak-anak harus berenang menyeberangi suangi untuk kembali ke rumah,” terangnya. Redaksi













