Riswandy, Haji Termuda Mimika Pembawa Amanah Almarhum Ayah

riswandy
Riswandy. Foto. Istimewa)

 

MIMIKA_ Nama Riswandy menjadi sorotan dalam prosesi pelepasan Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mimika musim haji 1447 H/2026 M. Pemuda kelahiran 17 Mei 2007 ini tercatat sebagai jemaah termuda yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci dari Negeri Amungsa.

​Bersama 119 jemaah lainnya, Riswandy mengikuti seremoni pelepasan yang dipimpin langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada Selasa (28/4/2026) yang dipusatkan di Gedung Eme Neme Yauware.

Di balik senyumnya, tersimpan misi mulia, menunaikan rukun Islam kelima sekaligus mewujudkan impian sang ayah yang telah tiada.

​Riswandy merupakan lulusan SMK Yapis Timika. Di usia yang baru menginjak 18 tahun, ia menjadi salah satu calon jemaah haji menggantikan (badal) bagi almarhum ayahnya yang wafat pada tahun 2021 lalu.

​Diketahui, sang ayah telah mendaftarkan diri sejak tahun 2013. Setelah menanti selama 13 tahun, kursi keberangkatan tersebut kini jatuh ke tangan putranya.

“Pastinya senang bisa jadi jemaah haji termuda. Ini adalah rezeki yang luar biasa, karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini. Pokoknya sangat bahagia,” ujar Riswandy dengan nada haru.

​Menjadi jemaah paling muda di antara rombongan yang didominasi lansia membuat Riswandy tak menampik adanya rasa gugup. Terlebih, tanggung jawab yang dipikulnya cukup besar sebagai pengganti orang tua.

​”Ada rasa gugup juga, apalagi persiapan belum terlalu banyak. Tapi insya Allah, semoga semua dilancarkan,” ucapnya optimis.

​Untuk meminimalisir rasa cemas, Riswandy mengaku telah melakukan berbagai persiapan mandiri, mulai dari menjaga kebugaran fisik hingga mendalami kembali manasik dan ilmu agama.

​”Saya pelajari lagi bekal ilmu agamanya, supaya benar-benar siap saat berada di Tanah Suci nanti,” tambahnya.

Riswandy memberikan pesan menyentuh bagi generasi muda di Mimika. Mengingat masa tunggu (antrean) haji yang bisa memakan waktu puluhan tahun, ia mendorong anak muda untuk berani mendaftar sedini mungkin.

“Kalau ada niat, segera mendaftar. Jangan ditunda-tunda, karena daftar tunggunya sangat lama. Lebih cepat lebih baik agar bisa berangkat di usia yang masih produktif,” tutupnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *