​MIMIKA – Peran kader Posyandu kini tidak hanya terbatas pada pelayanan bayi dan balita, melainkan mencakup seluruh siklus hidup masyarakat. Kader memiliki tugas krusial dalam membantu kepala desa atau lurah memperdayakan warga, terlibat dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan, hingga meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat desa maupun kelurahan.

​Kondisi fasilitas pelayanan di lapangan pun turut menjadi sorotan. Lurah Dingo Narama, Oktovina Naa, mengungkapkan bahwa masih banyak rumah warga yang dialihfungsikan menjadi Posyandu. Menurutnya, hal tersebut kurang ideal dan kurang sehat. Ia menegaskan bahwa Posyandu idealnya memiliki gedung tersendiri agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif. Ia berharap masalah fasilitas ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas teknis terkait.

​”Kerja dan tugas kader itu berat, bahkan lebih berat dari OPD. Terkadang saat ada kondisi darurat, mereka selalu sigap bertindak. Kita harus memperhatikan piring makan mereka, dalam hal ini terkait honorarium,” tegas Oktovina Naa.

​Menanggapi persoalan minimnya fasilitas tersebut, Ketua Pokja IV TP-PKK Kabupaten Mimika, Alice Wanma, meminta para kepala kampung dan lurah untuk peka terhadap keluhan kader di wilayah masing-masing.

​Alice mengimbau pihak kelurahan dan kampung segera mengajukan permohonan pembangunan gedung Posyandu kepada dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat. Pengajuan tersebut hendaknya dilengkapi dengan data pendukung yang valid, seperti jumlah bayi dan balita di wilayah tersebut.

​Terkait kesejahteraan kader, Alice juga berharap dinas terkait dapat lebih memperhatikan insentif para kader agar mereka dapat bekerja dengan lebih optimal dan efektif.