MIMIKA — Gua Maria di Mile 21, Kampung Nawaripi, Kabupaten Mimika, menjadi salah satu tujuan wisata rohani favorit bagi umat Katolik setempat. Selain lokasinya yang mudah dijangkau, suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan membuat tempat ini sangat ideal untuk berdoa, baik secara pribadi maupun kelompok.
​
Baru-baru ini, kawasan tersebut dikunjungi oleh ratusan umat dari dua Komunitas Basis (Kombas). Rombongan pertama berasal dari Kombas Renya Rosario Sempan yang dipimpin oleh Ketua Kombas Fransiskus Talebong, dengan ibadah yang dipimpin oleh Frater Mike, OFM.
​
Kunjungan rohani serupa juga dilakukan oleh Kombas Ratu Rosario di bawah pimpinan Ketua Kombas Jefri Manehat bersama suster PRR di Timika.
​
Menurut Jefri Manehat, pemilihan Gua Maria Mile 21 Kampung Nawaripi sebagai lokasi ziarah didasarkan pada kemudahan akses serta suasana tempatnya yang kondusif.
​
“Tempat di sana tenang, bagus untuk kita berdoa baik secara pribadi maupun kelompok. Di sana kalau kita berdoa tidak ada gangguan apa pun, jadi kita bisa dengan leluasa berdoa dan menyampaikan wujud doa kita kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria,” ujar Jefri.

​Komitmen Perawatan dan Fasilitas Pendukung
​
Keasrian dan kenyamanan tempat ini tidak lepas dari komitmen pihak pengelola yang senantiasa merawat kebersihan kawasan secara berkala.
​
“Untuk lokasi Gua Maria, kami menempatkan petugas khusus untuk membersihkan dan merawatnya, agar umat yang datang merasa nyaman dan tidak bosan,” ujar Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun.

​Selain area gua untuk berdoa, pengelola juga menyediakan fasilitas pendukung berupa ruang berkumpul bersama setelah kegiatan doa selesai dilaksanakan.
​
Menariknya, tidak jauh dari kompleks Gua Maria, terdapat pula fasilitas kolam pemancingan yang dibangun oleh Pemerintah Kampung Nawaripi. Keberadaan kolam ini merupakan bentuk pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal guna memajukan perekonomian dan pendapatan warga kampung.

​Terbuka untuk Umum Tanpa Batasan
​
Norman menegaskan bahwa kawasan wisata rohani Gua Maria dan fasilitas pendukung di sekitarnya terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi oleh siapa saja tanpa terkecuali.
​
“Tempat ini terbuka untuk umum dan bagi siapa saja, tanpa memandang suku ataupun agama,” pungkasnya.