MIMIKA_Di balik hiruk-pikuk politik Kabupaten Mimika, terselip sebuah narasi menyejukkan tentang bagaimana keberagaman seharusnya dirayakan. Rampeani Rachman, anggota DPRK Mimika dari Partai Perindo, yang belakangan ini menjadi buah bibir bukan karena retorika politiknya yang tajam, melainkan karena langkah-langkah nyatanya dalam mempraktikkan toleransi.
Sebagai seorang Muslim taat, Rampeani membuktikan bahwa iman tidak seharusnya menjadi tembok, melainkan jembatan untuk melayani sesama manusia tanpa memandang latar belakang religi. Sosoknya kini menjadi simbol hidup betapa agama bukanlah sekat, melainkan jembatan untuk saling mengasihi.
Baginya, menghargai sesama pemeluk agama adalah nafas yang ia hirup sejak kecil. Lahir dan tumbuh besar di tengah masyarakat Suku Kamoro yang mayoritas beragama Katolik, ia terbiasa melihat perbedaan sebagai sebuah kekayaan, bukan ancaman.
Jejak Kasih di Rumah Tuhan
Komitmen Srikandi dari Partai Perindo ini tertuang nyata dalam dukungannya terhadap rumah-rumah ibadah. Bagi masyarakat di Distrik Mimika Tengah, nama Rampeani lekat dengan kepeduliannya pada Stasi St. Blasius Miyoko. Di sana, ia memastikan fasilitas gereja terpenuhi agar umat dapat beribadah dengan layak dan khusyuk.
Namun, perhatiannya tidak berhenti pada bangunan fisik semata. Rampeani memiliki cara unik untuk memuliakan para pelayan Tuhan.
Kado Ramadan untuk Pengurus Gereja
Momen Ramadan tahun 2026 menjadi saksi bisu ketulusan hatinya. Di saat ia menjalankan ibadah puasa, Rampeani justru sibuk memastikan kesejahteraan para pengurus gereja di Mapurujaya dan Stasi Sta. Imakulata Manasari.
Ia mendaftarkan para pengurus gereja tersebut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tak tanggung-tanggung, preminya pun telah ia lunasi untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Langkah ini menjadi bukti bahwa perlindungan dan rasa aman adalah hak setiap pekerja, termasuk mereka yang mengabdikan diri di rumah ibadah.
”Saya janji akan bangun rumah pastoran di Manasari, tapi di tahun depan karena tahun ini saya masih bantu alat musik di gereja Miyoko,” ungkapnya dengan rendah hati saat menyerap aspirasi warga.
Sejuk di Tengah Jalan Salib
Toleransi Rampeani kembali terlihat nyata saat umat Kristiani merayakan Paskah. Pada Jumat, 3 April 2026, di tengah prosesi Jalan Salib yang khidmat, Rampeani hadir di wilayah Mapurujaya.
Di pinggir jalan, ia membagikan ratusan karton air minum kepada umat Katolik yang sedang berjalan kaki dari Gereja Katolik Muare menuju gereja di Kaugapu, Distrik Mimika Timur. Di bawah cuaca Mimika yang menantang, bantuan kecil itu menjadi penyejuk bagi umat yang sedang merenungkan sengsara Kristus.
Menjangkau Pesisir dan Pegunungan
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Enam, Rampeani terus menyuarakan agar Pemerintah Kabupaten Mimika tidak absen dalam memperhatikan pembangunan rumah ibadah, terutama di wilayah-wilayah terpencil seperti pesisir dan pegunungan.
Bagi Rampeani Rachman, politik adalah sarana untuk melayani. Dan dalam pelayanannya, ia telah membuktikan bahwa iman yang kuat justru akan melahirkan kasih sayang yang luas kepada sesama, tanpa memandang warna jubah maupun tata cara doa. Di tanah Mimika, ia adalah penenun toleransi yang memastikan setiap helai perbedaan menjadi kain persaudaraan yang indah.
Penulis : Jefri Manehat














