MIMIKA_ Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat (28–31/07/2026) di Hotel Horison Diana Timika ini diikuti oleh 90 kader representatif dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Mimika.
Pelatihan ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat pelayanan kesehatan primer berbasis masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis beragam, mulai dari perkotaan, pesisir, hingga pegunungan dan pedalaman.
Pelatihan pelayanan Posyandu yang berlangsung selama empat hari (Selasa hingga Jumat, 31 Mei) menjadi momen berharga bagi para kader Posyandu di Distrik Mimika Baru. Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam mengenai 25 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap kader Posyandu untuk meningkatkan standar dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Tanggapan Mama Yoku (Posyandu Cendrawasih)
Kader dari Posyandu Cendrawasih yang berlokasi di area Bendungan (Freeport Lama), Kelurahan Kebun Sirih ini menyampaikan rasa syukur atas materi dan wawasan baru yang didapatnya. Ia menekankan bahwa pelayanan Posyandu mencakup seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi, anak-anak, ibu hamil, remaja, hingga lansia.

Selain rasa syukur, Mama Yoku juga menyampaikan beberapa poin evaluasi dan masukan seperti Peningkatan Sinergi dengan Pengurus RT: Perlu adanya koordinasi resmi dari Kelurahan, Distrik, maupun Dinas Kesehatan kepada pengurus RT agar Posyandu tidak lagi dianggap sebagai urusan internal kader belaka, melainkan program bersama.
Pemerataan Pelatihan: Diharapkan pelatihan serupa diselenggarakan secara berkala dan menjangkau lebih banyak kader agar seluruh pelayanan kesehatan di Posyandu memiliki standar pemahaman yang seragam.
Tanggapan Mama Matelda Yarisetou (Posyandu Sekarmulya)
Matelda Yarisetou, kader dari Posyandu Sekarmulya, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Kwamki Baru, turut membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan tersebut dari hari pertama hingga selesai.

Poin-poin utama yang disampaikan oleh Matelda Yarisetou meliputi Pemahaman 25 Kompetensi Kader: Melalui pelatihan ini, ia dan rekan-rekan kader mempelajari 25 kompetensi dasar Posyandu yang sangat dibutuhkan untuk menunjang tugas pelayanan di lapangan.
Solusi atas Kendala Praktik Lapangan: Banyak hal yang selama ini ditemui dalam praktik lapangan namun belum dipahami secara penuh, akhirnya mendapatkan penjelasan dan solusi selama empat hari pelatihan.
Komitmen Penerapan Ilmu: Matelda berkomitmen untuk membawa dan menerapkan seluruh ilmu yang didapat ke Posyandu tempatnya bertugas. Ilmu tersebut akan disampaikan langsung kepada para ibu yang membawa bayi mereka, mencakup pemantauan tumbuh kembang (berat badan dan tinggi badan), edukasi gizi buruk, serta pemeliharaan kesehatan anak secara menyeluruh.
Harapan Peningkatan Pembinaan: Ia berharap Dinas Kesehatan terus meningkatkan program pembinaan dan pelatihan bagi para kader secara berkelanjutan, sehingga ilmu pelayanan kesehatan dapat terus diperbarui demi kesejahteraan masyarakat. (Redaksi)





