
TIMIKA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika gencar mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Aksi Bergizi agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Edukasi kesehatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan sehari-hari para siswa, bahkan terbawa hingga ke lingkungan keluarga.
Pesan tersebut ditegaskan dalam kegiatan PHBS dan Aksi Bergizi yang berlangsung di SMP Negeri 1 Mimika Timur pada Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini melibatkan para siswa, pihak sekolah, Puskesmas setempat, hingga Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika, Nelly Pangaribuan, menjelaskan bahwa PHBS dan Aksi Bergizi merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
“Aksi Bergizi merupakan bagian integral dari gerakan PHBS di sekolah,” ujar Nelly.
Ia menambahkan, siswa SMP menjadi sasaran strategis karena berada pada masa transisi pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kawan sebaya. Oleh karena itu, pemahaman kesehatan yang didapat harus diubah menjadi tindakan yang konsisten.
Lebih lanjut, Nelly menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Keberhasilannya menuntut kolaborasi erat antara sektor kesehatan dan pendidikan.
Dinkes berperan memberikan pelayanan kesehatan melalui jaringan Puskesmas, sementara sekolah dan Dinas Pendidikan bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan sehat.
“Keterpaduan antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan sangat vital dalam menjalankan Trias UKS, khususnya pada program PHBS dan Aksi Bergizi,” tambahnya.
Dalam agenda tersebut, para siswa menerima edukasi mengenai pola hidup sehat, aktivitas fisik rutin, asupan gizi seimbang, kebersihan diri dan lingkungan, hingga pencegahan anemia. Program Aksi Bergizi secara khusus menyoroti pentingnya sarapan berprotein hewani, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, serta pemeriksaan kadar hemoglobin dan status gizi secara berkala.

Sekolah Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Mimika Timur, Derita Pamewa, menyambut baik kegiatan ini dan berharap pendampingan kesehatan dapat berjalan secara konsisten, bukan sekadar agenda sekali jalan.
“Aksi Bergizi mungkin baru pertama kali diadakan di sekolah kami, tetapi kami sangat berharap program ini dan PHBS bisa dilaksanakan secara berkala,” ungkap Derita.
Derita menjelaskan bahwa sebagian besar siswa di sekolahnya merupakan anak-anak asli Papua, termasuk dari suku Kamoro. Karena itu, edukasi dan pendampingan kesehatan dari Puskesmas maupun Dinkes sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta didik.
Sebarkan Pengetahuan ke Lingkungan Sekitar
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kabupaten Mimika, Willi Manggo, mengimbau para siswa yang berpartisipasi agar membagikan ilmu yang diperoleh kepada kawan-kawan lainnya.
“Kita harus bersinergi antar-OPD agar tujuan besar ini tercapai, yakni melahirkan generasi muda yang tangguh, sehat, dan cerdas,” tegas Willi.
Willi berharap edukasi kesehatan serupa dapat menjangkau seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Mimika, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Menurutnya, sekolah adalah fondasi utama untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat yang kelak akan dipraktikkan siswa di lingkungan keluarga dan masyarakat.







Tinggalkan Balasan