Lulus Program Apprentice IPN, 8 Putra Kamoro Siap Guncang Industri Hospitality

IMG 20260512 WA0064
Penyerahan Sertifikat dari PTFI kepada seorang peserta pelatihan Apprentice Hospitality di Gedung Multifunction NMI Kuala Kencana, Senin (27/4). (Foto: Istimewa)

MIMIKA_ Sebuah tonggak sejarah baru tercipta bagi pemuda di wilayah pesisir Kabupaten Mimika. Sebanyak delapan pemuda Orang Asli Papua (OAP) asal Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka resmi dinyatakan lulus dari program Apprentice Hospitality angkatan pertama di Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN). Mereka kini siap merambah dunia kerja profesional di industri perhotelan dan layanan jasa.

​Salah satu peserta pelatihan, Lukas Taote, mengungkapkan rasa bangganya saat seremoni kelulusan di Gedung Serba Guna IPN, Kuala Kencana, Senin (27/4). Menurutnya, pelatihan ini memberikan “amunisi” baru bagi kepercayaan dirinya.

Bacaan Lainnya

​”Kami kini punya harapan baru. Di sini, kami belajar cara memberikan pelayanan profesional yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Saya merasa jauh lebih siap dan percaya diri untuk terjun langsung ke industri perhotelan,” ujar Lukas penuh semangat.

IMG 20260512 WA0066
Peserta pelatihan Apprentice Hospitality
melakukan kerja praktik sebagai petugas
penyaji makanan guna meningkatkan
kapasitas pelayanan (service) di bidang
catering. (Foto: Istimewa)

​Selama 3,5 bulan masa pelatihan, para peserta digembleng dengan berbagai keterampilan teknis dan penguatan soft skills. Kurikulum mencakup standar pelayanan ramah (hospitality), tata graha (camp attendant), hingga pelayanan restoran (mess attendant) yang sesuai dengan standar industri tinggi di Timika maupun luar daerah.

​Senior Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia (PTFI), Nathan Kum, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas SDM lokal, khususnya bagi putra-putri Papua yang tinggal di area sekitar operasional perusahaan.

​”Program ini adalah bagian dari upaya peningkatan kapasitas SDM Papua di sekitar wilayah operasi Freeport. Saat ini, angkatan kedua untuk anak-anak muda pesisir sudah bersiap. Semuanya gratis—mereka datang, belajar, praktik lapangan, hingga benar-benar siap kerja,” tegas Nathan.

​Kepala Kampung Tipuka, Paulus Polce Muka, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PTFI dan IPN. Ia berharap program ini menjadi pintu pembuka bagi pemuda pesisir untuk memiliki karier yang luas di luar sektor pertambangan.

​”Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga mereka terus mendapatkan perhatian hingga meraih keberhasilan dan menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya di pesisir Mimika,” tutur Paulus.

​Sebagai lembaga pelatihan kerja milik PTFI, IPN terus bertransformasi. Selain dikenal dengan pelatihan teknis seperti mekanik alat berat, pengelasan, dan kelistrikan, IPN mulai merambah ke sektor non-teknis pada tahun 2026 melalui jurusan Hospitality.

​Langkah ini diambil untuk mendukung kebutuhan operasional katering dan fasilitas akomodasi, baik di lingkungan internal perusahaan maupun di industri pendukung lainnya, guna mencetak tenaga kerja lokal yang kompetitif dan mandiri. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *