MIMIKA_ Langkah salah satu putra terbaik Kabupaten Mimika untuk mengemban misi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di tingkat Nasional harus terhenti di babak akhir. Peserta atas nama Nikolaus Timakonama, yang merupakan siswa kelas 10 Sekolah Rakyat, dinyatakan gugur pada tahapan Pemantauan Akhir (Pantohir) di tingkat nasional.
Nikolaus merupakan putra asli suku Kamoro yang berasal dari Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Ronny Maryen, menjelaskan bahwa sebelumnya Mimika mengirimkan sebanyak 11 orang untuk mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, 6 orang perwakilan berhasil lolos di tingkat Provinsi Papua Tengah, di mana salah satunya adalah Nikolaus yang dipersiapkan menuju tingkat nasional.
“Dari Papua Tengah itu ada enam orang yang lolos ke nasional, salah satunya anak Mimika. Namun sangat kami sayangkan, di tingkat Pantohir nasional dia gugur,” ujar Ronny Maryen, Jumat (10/7/2026).
Meski gagal mengamankan posisi di tingkat pusat, putra asli Kamoro tersebut kini telah dipulangkan dan akan dialihkan untuk memperkuat formasi Paskibraka di tingkat Provinsi Papua Tengah.
“Dia pulang kembali dan akan masuk dalam formasi provinsi. Statusnya saat ini adalah cadangan di tingkat provinsi,” tambah Ronny. Ia juga menegaskan bahwa Nikolaus akan tetap bertugas dan ikut serta dalam upacara di tingkat provinsi nanti.
Menurut Ronny, ini adalah kali pertama utusan dari Mimika mampu menembus proses seleksi hingga ke tingkat nasional, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya belum ada perwakilan yang melangkah sejauh ini.
Menatap seleksi tahun depan, pihak Kesbangpol Mimika berkomitmen untuk melakukan evaluasi total. Sistem perekrutan yang kini berbasis online dan terintegrasi langsung dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diakui memerlukan adaptasi yang lebih matang, terutama menyangkut kendala teknis pendaftaran, scan barcode, hingga ketersediaan kuota internet bagi para pelajar.
“Tahun depan kita akan mulai lebih dini untuk melakukan verifikasi dan proses pendaftaran. Kami yang akan memfasilitasi secara aktif agar kendala-kendala teknis di lapangan bisa diminimalisir,” pungkasnya. (Redaksi)





