MIMIKA_ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar penilaian terhadap Posyandu Otaimako di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Papua Tengah. Posyandu Otaimako terpilih mewakili seluruh Posyandu di Distrik Mimika Timur dalam ajang lomba penilaian Posyandu tingkat Kabupaten Mimika.

Tim juri yang diterjunkan terdiri dari perwakilan Dinkes Mimika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat (DPMKA) Kabupaten Mimika, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika. Rombongan tim penilai dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat/Kesehatan Primer dan Komunitas Dinkes Mimika, Carolina Heatubun.

Kedatangan tim penilai di lokasi acara disambut hangat oleh warga setempat melalui tarian adat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kampung Kaugapu, Saverius Tiraparo, didampingi Ketua TP PKK Kampung Kaugapu, serta perwakilan dari Puskesmas Mapurujaya.

Dalam peninjauan ini, sebanyak 9 orang kader Posyandu Otaimako yang merupakan putri-putri suku Kamoro hadir kompak mengenakan seragam batik Papua berwarna merah. Posyandu ini diketuai oleh Martha Herlina Hawae.

Kepala Kampung Kaugapu, Saverius Tiraparo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kunjungan kerja tim kabupaten. Ia menilai keberlangsungan program Posyandu serta penanganan kesehatan dan pencegahan stunting di wilayahnya telah berjalan dengan baik.

“Masyarakat sudah melihat bahwa Posyandu ini berjalan dengan bagus. Saya minta kesepakatan bersama agar program yang sudah disiapkan Puskesmas untuk Kampung Kaugapu ini terus berlanjut. Terima kasih banyak kepada tim dari kabupaten yang sudah hadir bersama kami,” ujar Saverius.

Saverius menegaskan bahwa Pemerintah Kampung Kaugapu berkomitmen penuh mendukung seluruh program pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, Puskesmas, dan kader Posyandu demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Sementara itu, Kabid Kesmas Dinkes Mimika, Carolina Heatubun, menjelaskan bahwa Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas. Saat ini, arah kebijakan pelayanan Posyandu telah bertransformasi menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).

“Posyandu kini tidak lagi hanya terfokus pada bayi, balita, dan ibu hamil. Program pemerintah mendorong layanan yang mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, ibu nifas, bayi-balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia,” jelas Carolina di hadapan para kader dan pemerintah kampung.

Secara khusus, perhatian terhadap kesehatan remaja menjadi fokus penting untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. Edukasi dan pelayanan sejak usia remaja diharapkan dapat melahirkan calon ibu yang sehat sehingga mampu mencegah masalah tumbuh kembang pada anak (stunting).

Dinkes Mimika juga memberikan apresiasi tinggi atas peran vital kader Posyandu dan dukungan pemerintah Kampung Kaugapu sebagai penggerak utama di lapangan.

“Petugas kesehatan dari Puskesmas hadir untuk mendampingi pelayanan medis, namun kaderlah yang menjadi penggerak utama masyarakat agar mau datang dan memanfaatkan layanan kesehatan ini,” tambahnya.

Penilaian lomba ini diharapkan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan menjadi sarana evaluasi untuk membenahi kekurangan yang ada. Melalui rekomendasi hasil penilaian, Posyandu Otaimako diharapkan dapat terus berkembang menjadi Posyandu Mandiri dan menjadi percontohan bagi Posyandu lainnya di Kabupaten Mimika.