MIMIKA, Papuaeksklusif.com_ Ketua Front Pemilik Hak Ulayat Mimika Wee (FPHUM), Rafael Taorekeyau meminta Kembalikan masyarakat Mimika Wee atau Kamoro ke wilayah adat Bomberai.
Pernyataan ketua FPHUM itu berangkat dari kekesalannya terhadal tanah masyarakat Mimika Wee yang terus diserobot dan dicapok Kabupaten tetangga.
Dia juga menyayangkan masalah tapal batas antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Deiyai hingga kini belum ada titik terang.
“Kembalikan kami ke Bomberai, kami bukan orang Mee Pago,” ujar Rafael saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor DPRK Mimika, Selasa (25/11/2025).
Rafael menilai setelah Mimika Wee bergabung bersama Meepago, masyarakat Mimika Wee semakin terpinggirkan dan terus digeser, sehingga dia meminta agar kembalikan masyarakat Mimika Wee ke wilayah adat Bomberai.
Agar masyarakat Mimika Wee tidak terus digeser, dia minta keseriusan DPRK Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyelesaikan masalah tapal batas. (Redaksi)













