Tembus Pasar Malaysia, Papua Tengah Ekspor Perdana 42 Ton Bawal Hitam

Screenshot 20260702 112706 Gallery

 

MIMIKA_ Sektor perikanan Papua Tengah mencetak sejarah baru di pasar internasional. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah resmi melepas ekspor perdana 42 ton ikan bawal hitam menuju Malaysia, Selasa (30/6/2026) lalu.

Bacaan Lainnya

Komoditas milik CV Seafood Sejahtera Papua (SSP) ini dilepas langsung dari Pelabuhan Perikanan Pomako, Kabupaten Mimika, dengan nilai ekspor diperkirakan mencapai Rp756 juta. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam membuka akses pasar global bagi hasil laut bumi Cendrawasih.

Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh proses ekspor agar sesuai dengan standar internasional.

“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, verifikasi keamanan komoditas, hingga pendampingan penerbitan Health Certificate yang dipersyaratkan oleh negara tujuan,” ujar Anton.

​Untuk mempercepat proses ekspor, Barantin kini mengandalkan layanan Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online di dalam platform BEST TRUST. Sistem digital yang terintegrasi antar-lembaga ini memungkinkan pelaku usaha mengajukan dokumen secara transparan, memantau sertifikasi secara real-time, dan mendapatkan sertifikat elektronik lebih cepat.

​Langkah ini efektif memangkas birokrasi dan meminimalisasi waktu tunggu (dwelling time) di pelabuhan. Dampaknya, risiko penurunan kualitas produk ikan segar dapat ditekan dan biaya logistik menjadi jauh lebih efisien.

“Kami hadir bukan untuk menghambat, melainkan menjadi karpet merah bagi UMKM dan pelaku usaha. Dengan sertifikasi digital yang akurat, kita menjaga reputasi dagang komoditas Indonesia di mata dunia,” tegas Anton. Ia juga mengapresiasi sinergi kuat antara Pemprov Papua Tengah, Pemkab Mimika, Bea Cukai, dan instansi terkait yang sukses mewujudkan ekspor ini.

Ekspor perdana ini dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa kualitas produk laut Papua Tengah mampu bersaing di pasar global.

“Ini adalah momentum kebangkitan sektor kelautan dan perikanan kita. Saya berharap keberhasilan ini memicu peningkatan investasi, membuka lapangan kerja baru, dan yang paling penting, mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkap Gubernur.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh jajaran DPRD Kabupaten Mimika, Sekretaris Daerah Mimika, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, pimpinan CV SSP, serta para kepala kampung pesisir dan pelaku usaha perikanan setempat. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *