
MIMIKA — Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, memberikan perhatian khusus kepada para pemuda dan pemudi di Kabupaten Mimika agar menjauhi minuman keras (miras) dan menjaga kesehatan demi masa depan tanah Papua.
Berdasarkan data yang ia terima, angka kematian akibat pengaruh alkohol di wilayah tersebut mencapai angka yang mengkhawatirkan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wagub Deinas Geley saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-30 yang digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika pada Senin (12/10/2026) lalu.
Ia mengajak para pemuda untuk meninggalkan kebiasaan mengonsumsi minuman keras dan beralih ke kegiatan positif demi membangun daerah mereka sendiri.
“Mari pemuda-pemudi hentikan minuman itu. Tinggalkan kebiasaan itu dan buat kegiatan yang positif yang berdampak bagi daerah, keluarga, dan diri sendiri,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa para orang tua telah berjuang setengah mati untuk merawat, membesarkan, hingga menyekolahkan anak-anak mereka. Oleh karena itu, ia meminta dengan hormat agar para pemuda menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol yang hanya membawa pada kehancuran.
“Saya cuma sampaikan satu itu, tolong hentikan kebiasaan buruk yang merusak diri dan masa depan. Berhenti atau stop minum. Karena minuman itu ketika kita minum, kita akan jadi korban dan kita akan mati,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di Papua Tengah dominan disebabkan oleh pengaruh minuman keras. Untuk itu, ia kembali menekankan pentingnya bagi para pemuda untuk meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.
Selain miras, ia juga mengingatkan para pemuda untuk mewaspadai ancaman penularan HIV/AIDS yang kasusnya terus meningkat di berbagai kabupaten, termasuk di Kabupaten Nabire dan wilayah lainnya di Papua.







Tinggalkan Balasan