​TIMIKA — Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, membantah tegas kabar yang menyebutkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, tidak beroperasi. Ia memastikan koperasi tersebut tetap berjalan dengan didampingi dua tenaga teknis dari pemerintah daerah.


​Penegasan ini disampaikan Samuel menanggapi pemberitaan salah satu media daring yang menyatakan bahwa KDMP Atuka vakum. Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta riil di lapangan.


​Ia menjelaskan, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika telah menugaskan dua pendamping, yakni Mateus Lessu dan Yudi I. Mangende, untuk mengawal pengelolaan koperasi di Kampung Atuka. Keduanya dipastikan masih aktif menjalankan tugas pendampingan hingga saat ini.


​“Jika ada media yang menyatakan koperasi di Atuka tidak berjalan, itu tidak benar. Kami sudah menempatkan pendamping dari dinas, dan selama ini mereka tetap bertugas di sana,” ujar Samuel saat ditemui di Timika, Kamis (29/10/2026).
​Pentingnya Konfirmasi dan Verifikasi


​Samuel menilai, pelaksanaan program pemerintah sangat membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk insan pers. Kritik, masukan, maupun gagasan konstruktif sangat penting untuk mengevaluasi program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.


​Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya prinsip cover both sides. Awak media diminta untuk selalu melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada pihak berwenang sebelum menerbitkan berita, khususnya terkait program pemerintah di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis.


​Ia juga menyoroti pemberitaan sebelumnya mengenai KDMP Atuka yang dinilai tidak menyertakan narasumber kredibel serta tidak mencantumkan waktu dan tanggal peliputan secara jelas. Hal tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan informasi yang keliru di tengah publik.


​Meski demikian, Samuel tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi fungsi kontrol sosial dari media. Ia berharap kritik yang disampaikan berbasis pada data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.


​“Kami sangat membutuhkan ide, gagasan, masukan, dan kritik yang membangun. Yang terpenting, informasi yang disajikan sesuai fakta dan memberikan solusi bagi kemajuan bersama,” tambahnya.


​Senada dengan Kepala Dinas, dua tenaga pendamping KDMP Kampung Atuka, Mateus Lessu dan Yudi I. Mangende, menyatakan bahwa mereka masih berada di lokasi penugasan dan menjalankan fungsi pendampingan secara aktif.


​Keduanya menilai informasi mengenai tidak berjalannya koperasi tersebut tidak mencerminkan situasi faktual yang mereka hadapi selama mendampingi masyarakat di lapangan.


​Kendati pihak dinas dan pendamping telah memberikan sanggahan, berdasarkan pantauan langsung wartawan papuaeksklusif.com di lokasi pada Kamis, 15 Oktober 2026 lalu, justru didapati fakta berbeda di mana koperasi tersebut terpantau tidak menunjukkan adanya aktivitas apapun.