
TIMIKA — Himpunan Pemuda Amungme dan Kamoro (HAPAK) melayangkan ultimatum keras kepada Pemerintah Kabupaten Mimika serta manajemen PT Mimika Abadi Sejahtera (PT MAS). HAPAK mendesak agar janji terkait rekrutmen pengurus definitif perusahaan segera direalisasikan demi mengakomodasi hak-hak masyarakat adat.
Ketua HAPAK, Tenius Kum, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan pernyataan sikap secara resmi pada tanggal 14 Agustus 2026. Dalam pernyataan tersebut, HAPAK mengingatkan kembali janji yang sempat disampaikan oleh Bupati Mimika pada awal Januari lalu.
”Bupati sebelumnya menyampaikan bahwa rekrutmen sementara dilakukan untuk menyaring atau mengumumkan secara terbuka perekrutan pengurus definitif PT Mimika Abadi Sejahtera. Namun hingga kini, saat kita telah memasuki bulan Oktober atau menjelang akhir tahun, hal tersebut belum juga terlaksana,” ujar Tenius Kum, Jumat.
Desak Respon DPRD dan Pemkab Mimika
Tenius mengungkapkan, HAPAK telah berulang kali melayangkan surat mediasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika maupun kepada pihak bupati, namun hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan yang serius.
Jika dalam waktu dekat tuntutan ini tetap diabaikan, HAPAK mengancam akan mengambil langkah tegas berupa pemalangan kantor sementara PT Mimika Abadi Sejahtera yang terletak di depan gedung perumahan DPRD.
Tuntut Keterlibatan Anak Asli Amungme-Kamoro
Tindakan tegas ini diambil agar pemerintah daerah maupun pihak perusahaan tidak menutup mata terhadap keberadaan putra-putri daerah. HAPAK menegaskan bahwa anak-anak asli suku Amungme dan Kamoro harus dilibatkan secara langsung dan mendapatkan kesempatan yang adil di tanah kelahiran mereka.
”Kami tidak mau hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Kami menuntut agar dibuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak asli Amungme dan Kamoro di dalam perusahaan ini,” tegasnya.
”Jangan biarkan mereka yang sudah mapan dan berkecukupan di birokrasi pemerintahan terus menduduki posisi strategis, sementara anak-anak negeri kami tidak mendapatkan kesempatan dan terus tertinggal,” tambahnya.
HAPAK memberikan waktu hingga pekan depan bagi pemerintah dan pihak terkait untuk memberikan respons nyata. Jika seruan ini kembali diabaikan, HAPAK memastikan akan langsung turun ke lapangan untuk menyegel dan memalang kantor PT Mimika Abadi Sejahtera







Tinggalkan Balasan