GMNI, Pemkab Mimika Harus Bijak Dalam Mengimplementasikan “Sekolah Rakyat” di Mimika 

Screenshot 20250905 150214 OneDrive
Kondisi salah satu bangunan sekolah dasar di Ipaya yang dipotrer GMNI. (Foto: Istimewa)

MIMIKA_ Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Mimika pertanyakan kehadiran Sekolah Rakyat di Mimika. Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan utama memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih cerah bagi rakyat kecil.

Ketua Cabang GMNI Mimika, Kristiforurus Toffy menyebut program yang dicetuskan Presiden Prabowo itu sangat baik, apalagi tujuannya untuk memutuskan mata rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang cerah bagi keluarga yang masuk dalam kategori miskin dan miskim ekstrem serta menjawab angka putus sekolah.

Bacaan Lainnya

Namun menurutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, perlu bijak dalam mengimplementasikan program Presiden Prabowo itu di Kabupaten Mimika.

GMNI meminta Pemerintah Kabupaten Mimika dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika serta stakeholder terkait, untuk mengkaji secara baik dengan melihat kondisi pendidikan yang ada di Kabupaten Mimika saat ini.

“Perlu dikaji ulang oleh Pemerintah menggenai kehadiran Sekolah Rakyat. Apakah perlu ada bangunan baru untuk menjawab program pemerintah pusat ini, ditengah kondisi pendidikan kita di Mimika yang banyak masih butuh pembangunan infrastrukturnya,” kata Kristo pada Selasa2/9/2025) lalu.

Lanjutnya, setiap kebijakan pemerintah pusat tidak harus dikonsumsi langsung, tetapi perlu dikaji secara baik dengan melihat kondisi di daerah.

GMNI berpendapat, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Mimika memanfaatkan sekolah yang ada seperti Sentra Pendidikan untuk mengimplementasikan sekolah rakyat.

“Kalau kami menilai, tidak perlu membangun infrastruktur baru untuk Sekolah Rakyat tetapi bagaimana memanfaatkan Sekolah yang ada karena esensinya sama saja,” kata Kristo.

Dia menambahkan, jika sekolah rakyat hadir untuk menjawab angkat putus sekolah di Mimika, apakah pemerintah sudah mengalisis bahwa angka putus sekolah di Mimika, faktor utamanya karena kemiskinan atau bukan. Dan jika Pemerintah ingin membantu keluarga miskin sebaiknya anggaran yang ada diperuntukkan untuk membiayai pelajar yang notabene dari keluarga miskin ataupun miskim ekstrem.

“Saya pikir ini akan lebih efektif dibandingkan harus membangun gedung baru. Berapa banyak anggaran yang diperuntukkan untuk pengadaan lahan dan membangun gedung sekolah itu. Jadi kami berharap pemerintah perlu bijak dalam mengimplementasikan program sekolah rakyat di Mimika,” ujar Kristo. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *