Longsor di GSC, HMI Minta Managemen PTFI Mengevaluasi Kembali Protokol Keselamatan Kerja

Screenshot 20250910 123854 Gallery
Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin Saputra. (Foto: HMI untuk Papuaeksklusif.com)

 

MIMIKA_ Insiden longsor di area Grasberg Block Cave (BSC) area kerja PT Freeport Indonesia yang mengakibatkan tujuh karyawan terjebak, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mimika menyampaikan prihatinan dan mendoakan agar seluruh pekerja yang terjebak dalam keadaan selamat.

Bacaan Lainnya

“Kami keluarga besar HMI Cabang Mimika turut prihatin atas peristiwa ini. Doa dan harapan terbaik kami panjatkan agar seluruh pekerja yang terjebak dapat segera dievakuasi dalam keadaan selamat. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak hanya mengguncang lingkungan kerja, tetapi juga menyentuh hati seluruh masyarakat Mimika,” kata Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin Saputra, dalam keterangannya kepada Papuaeksklusif.com, pada Rabu (10/9/2025).

Atas kejadian itu, HMI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di lingkungan pertambangan.

“Kami meminta managemen PT Freeport Indonesia dan pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh serta mengevaluasi kembali protokol keselamatan kerja. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan mengorbankan nyawa para pekerja yang berkontribusi besar terhadap industri nasional,” terang Yoga.

Disamping itu, HMI juga mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang telah mengirim tim untuk bersama tim penyelamat PTFI melakukan penanganan dan investigasi langsung di lokasi kejadian.

Diketahui, atas peristiwa longsor di Grasberg Block Cave area kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang mengakibatkan tujuh karyawan terjebak, kini PTFI hentikan sementara penambangan bawa tanah dan fokus melakukan evakuasi.

“Operasi penambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja kontraktor tersebut,” terang VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati dalam keterangan tertulis yang diterima Papuaeksklusif.com, pada Selasa (9/9/2025).

Kata Krisnati, lokasi para pekerja yang terjebak telah diketahui dan mereka diyakini aman dan kru penyelamat sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat.

Bersamaan dengan itu, kegiatan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja yang terdampak sedang dilakukan, sementara pekerja lainnya dipastikan aman.

Diketahui longsor terjadi di area PTFI Tembagapura pada hari  Senin tanggal 8 September, sekitar pukul 22.00 WIT di Papua, Indonesia.

Dalam insiden itu terjadi aliran material basah dalam jumlah yang besar di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Insiden ini menutup akses ke area tertentu di tambang, membatasi rute evakuasi untuk tujuh pekerja.

Dikatakan, kru penyelamat terus berusaha untuk menyelamatkan pekerja yang terjebak dengan harapan besar, seluruh pekerja dapat dievakuasi secara cepat semua dalam kondisi selamat. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *