MIMIKA_ Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Distrik Tembagapura menyebabkan tanah longsor di area antara Kampung Banti dan Kimbeli.
Material longsoran dilaporkan menutup total akses jalan utama yang menjadi urat nadi mobilitas warga setempat.
Akibat kejadian ini, jalan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda empat dan sejenisnya. Meski demikian, jalur tersebut masih bisa dilalui oleh pejalan kaki dengan ekstra waspada.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menaruh perhatian serius terhadap dampak longsor ini, terutama terkait layanan kesehatan darurat. Kekhawatiran utama muncul apabila terdapat warga yang sakit dan membutuhkan rujukan cepat ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
”Yang kita khawatirkan adalah ketika ada masyarakat yang sakit dan memerlukan rujukan, tentu perjalanannya akan terkendala. Oleh karena itu, percepatan pembukaan jalan menjadi prioritas,” ujar Bupati Mimika, Johannes Rettob, Senin (27/4/2026).
Guna mempercepat proses evakuasi material longsor, Pemkab Mimika telah berkoordinasi secara intensif dengan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Pemerintah, kata Bupati berharap proses pembersihan material dapat diselesaikan secepatnya.
“Jika cuaca mendukung dan tidak terjadi longsor susulan, akses jalan ditargetkan sudah bisa dilalui kendaraan secara normal pada esok hari,” ujar Bupati.
Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan membatasi mobilitas di area rawan selama curah hujan masih tinggi di wilayah Tembagapura. (Redaksi)














