MIMIKA_ Konflik di Kapiraya akibat tapal batas tidak hanya mengakibatkan ketakutan bagi masyarakat setempat, namun para guru yang mengajar disana.
Sekolah Dasar Negeri Kapiraya yang dulunya penuh dengan keceriaan dan aktivitas belajar mengajar kini sepi tanpa penghuni.
Anak-anak tidak bersekolah, guru- guru telah ditarik pulang karena konflik tapal batas antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai pada Rabu (11/2/2026) lalu.
Berdasarkan laporan masyarakat disana, guru- guru telah ditarik pulang pada Kamis (12/2/2026). Guru-guru ditarik untuk memastikan mereka tidak menjadi korban konflik tapal batas.
Akibat guru- guru dipulangkan, aktivitas belajar mengajar disana juga terpaksa dihentikan sementara waktu.
Anggota DPRK Mimika, Rampeani Rachman sebut ratusan anak-anak di Kapiraya saat tidak lagi bersekolah akibat konflik tersebut dan terpaksa guru-guru harus ditarik untuk menjaga kemungkinan- kemungkinan yang terjadi.
Dia berharap Pemerintah Daerah bersama stakeholder terkait segera menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tidak lagi ada korban dan anak-anak bisa kembali mendapat pendidikan yang layak dengan penuh rasa aman. (Redaksi)













