MIMIKA_ Sebelum insiden tragis penembakan dan pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) pada Kamis (2/7/2026) lalu yang menewaskan pilot Nicholas F. Goselin, masyarakat di wilayah Yahukimo ternyata sempat melarang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk melakukan aksi tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan persnya kepada wartawan di Mile 32 pada Rabu (8/7/2026).
“Berdasarkan keterangan dari masyarakat, sebelum kejadian tanggal 2 Juli itu, warga setempat sudah melarang KKB agar tidak melakukan aksi (teror). Sebab, pesawat Pilatus milik PT AMA merupakan satu-satunya armada perintis yang melayani kebutuhan masyarakat di sana,” ujar Yusuf.
Yusuf menjelaskan bahwa selama ini warga sangat bergantung pada pesawat tersebut untuk menyuplai bahan makanan (bama). Akibat aksi nekat KKB, kini masyarakat setempat terancam terisolasi.
“Sekarang siapa lagi yang mau melayani penerbangan ke sana? Apalagi dengan situasi keamanan saat ini, tentu maskapai akan berpikir ulang untuk kembali membuka pelayanan ke wilayah tersebut,” tambahnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa PT AMA murni merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kemanusiaan dan keagamaan. Pelayanan mereka sama sekali tidak memiliki kaitan dengan apa yang dicurigai oleh pihak KKB. (Redaksi)





