MIMIKA — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa senjata api yang digunakan kelompok bersenjata di Papua diduga kuat dipasok melalui dua jalur utama yakni dalam negeri dan luar negeri.
Hal tersebut disampaikannya usai konferensi pers capaian operasi Kogabwilhan Semester I Tahun 2026 di Mile 32, Mimika, pada Senin (6/7/2026).
“Memang ada indikasi senjata yang masuk berasal dari luar, tetapi juga ada yang dari dalam. Ini menjadi perhatian serius kami untuk memperketat penyekatan,” ujar Lucky.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, TNI bersama aparat gabungan kini memperketat pengawasan di titik-titik rawan, terutama jalur perairan dan perbatasan udara. Lucky menegaskan, sekecil apa pun penyelundupan yang lolos akan berdampak fatal pada stabilitas keamanan di Papua.
“Satu butir amunisi saja bisa merenggut korban jiwa. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah penyelundupan ini,” tegasnya.
Selain fokus pada pemutusan jalur logistik senjata, TNI juga terus menggelar operasi pengamanan di wilayah-wilayah rawan. Namun, Lucky menggarisbawahi bahwa kehadiran prajurit di lapangan bukan semata-mata untuk angkat senjata, melainkan demi melindungi warga.
“Konsep kami adalah menguasai wilayah tersebut demi melindungi masyarakat dan memastikan pelayanan negara hadir hingga ke pelosok,” tambahnya.
Melalui situasi yang aman dan kondusif, ia berharap generasi muda Papua memiliki ruang yang luas untuk tumbuh, berkembang, dan bersiap menjadi pemimpin masa depan. (Redaksi)





