Kogabwilhan III Sita 47 Senjata Api dan Ribuan Batang Ganja dalam Operasi Semester I 2026

Screenshot 20260706 211558 Gallery

PAPUA_ Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menorehkan capaian signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini. Dalam operasi kedirgantaraan, maritim, dan darat yang digelar di delapan provinsi wilayah kerjanya, TNI berhasil menggagalkan berbagai penyelundupan kelas berat, mulai dari puluhan senjata api hingga ribuan batang ganja.

​Panglima Kogabwilhan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memaparkan langsung hasil operasi Semester I Tahun 2026 ini dalam sebuah konferensi pers resmi yang dilaksanakan di Mimika,  pada Senin (6/7/2026).

Bacaan Lainnya

​”Pemaparan ini merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus pertanggungjawaban kami dalam pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara,” ujar Letjen Lucky.

​Agenda tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi TNI di wilayah timur, termasuk Kaskogabwilhan III, Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangdam XVIII/Kasuari, Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Pangkoarmada III, Pangkoopsud III, Danpasmar III, hingga Pangkoops Habema.

Gagalkan Pasokan Senjata OPM dan Modus Ship-to-Ship

​Lucky menjelaskan, operasi intensif ini mencakup wilayah Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, dan Maluku Utara.

​Di sektor laut, TNI berhasil mengendus dan mematahkan berbagai aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur perairan sebagai rute distribusi. Salah satu temuan krusial adalah dugaan penyelundupan senjata api yang hendak dipasok untuk kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).

​Selain itu, petugas di lapangan juga menindak praktik ilegal ship-to-ship transfer bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan satwa dilindungi, penjarahan hasil kelautan, peredaran narkotika, hingga menggagalkan 24 kasus penyelundupan minuman keras ilegal. Sementara itu, di sektor udara, TNI juga sukses menyergap dan menggagalkan sejumlah pelanggaran ruang udara yang dilakukan oleh pesawat asing maupun pesawat tak berizin.

Sita Ribuan Amunisi dan Tanaman Ganja

​Keberhasilan luar biasa juga tercatat di sektor darat, khususnya di kawasan perbatasan negara. TNI berhasil menemukan dan memusnahkan hampir 3.000 batang tanaman ganja siap panen.

​Tak hanya itu, aparat gabungan berhasil mengamankan pertahanan wilayah dengan menyita, 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin modifikasi yang dirancang agar mampu melontarkan amunisi tajam, sekitar 800 butir amunisi berbagai kaliber.

Berbagai jenis senjata tradisional, alat komunikasi, uang tunai senilai Rp36 juta, serta atribut operasional milik kelompok OPM.

​Lucky menambahkan, capaian ini juga didukung oleh kesadaran masyarakat di wilayah Kodam XV/Pattimura, Maluku, yang secara sukarela menyerahkan sejumlah senjata api rakitan maupun standar kepada aparat.

Perketat Jalur Tikus dan Perbatasan

​Merespons jalur pasokan logistik OPM, Letjen Lucky menegaskan bahwa TNI mengindikasikan senjata-senjata tersebut masuk dari luar negeri maupun jaringan domestik.

​”Ada indikasi masuknya senjata berasal dari luar maupun dari dalam (negeri). Ini menjadi perhatian serius kami. Kami akan terus melakukan penyekatan ketat, karena satu butir amunisi saja yang lolos bisa merenggut korban jiwa,” tegas Lucky.

​Ke depan, Kogabwilhan III berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan memperkuat kerja sama lintas instansi guna menutup rapat celah kriminalitas. Selain aspek keamanan, TNI juga fokus memperkuat kehadiran negara di wilayah-wilayah terpencil yang minim pelayanan publik.

​”Kami ingin masyarakat merasa aman, terlindungi, dan mendapatkan pelayanan yang baik. Dengan begitu, roda pembangunan berjalan lancar dan lahir generasi penerus yang siap menjadi pemimpin masa depan Papua,” pungkasnya. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *