
MIMIKA_ Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Komisi VII DPR RI mendorong lahirnya wirausaha baru di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Langkah ini diambil untuk memperkuat ekonomi warga sekaligus mengurangi ketergantungan daerah pada sektor pertambangan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan yang diikuti 105 peserta di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (2/9/2026).
Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok pelatihan yang berfokus pada keterampilan pengolahan kue, servis AC, dan sablon. Setelah pembekalan teori, seluruh peserta menjalani praktik langsung di SMK Philadelphia yang telah dilengkapi peralatan penunjang.
Anggota Komisi VII DPR RI, Jonas Sakir, menyampaikan bahwa Mimika memiliki potensi ekonomi besar yang perlu dikelola menjadi kegiatan produktif.
“Tujuan kita bukan sekadar menciptakan wirausaha baru, melainkan membangun ekosistem usaha yang saling mendukung, menguatkan, dan tumbuh bersama. Semoga lahir pengusaha hebat anak Mimika yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Sakir.
Ia memformulasikan komitmennya bersama Kemenperin untuk terus menghadirkan program pengembangan industri secara berkelanjutan di Papua Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Industri Aneka Kemenperin, Reny Meilany, menyoroti struktur ekonomi Mimika yang masih amat bergantung pada sektor pertambangan dan penggalian—mencapai lebih dari 80 persen dari total PDRB yang bernilai Rp131 triliun.
Reny menegaskan, ketergantungan pada satu sektor membuat perekonomian daerah rentan. Oleh karena itu, pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi sangat mendesak sebagai penopang ekonomi baru.
“Ketangguhan sektor IKM sudah terbukti saat pandemi COVID-19 dan resesi. Sektor ini yang paling mampu bertahan dan menyelamatkan perekonomian nasional,” kata Reny.
Melalui Bimtek ini, pemerintah berharap para peserta tidak sekadar menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu membuka usaha mandiri yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing di pasar.









Tinggalkan Balasan