TIMIKA — Ketua Himpunan Pengusaha Amungme dan Kamoro (HAPAK), Tenius Kum, menegaskan bahwa keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mimika Abadi Sejahtera (PT MAS) memiliki peran yang sangat strategis bagi keberlanjutan ekonomi pengusaha asli Amungme dan Kamoro.

​Sebagai wadah pengelolaan potensi ekonomi daerah, seperti saham dividen PT Freeport Indonesia sebesar 7% hingga potensi pengelolaan tailing, PT MAS dinilai harus dikelola secara transparan dan inklusif.

Tenius Kum menyoroti pentingnya keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam jajaran kepengurusan BUMD tersebut.

Ia memperingatkan, jika BUMD dikelola secara tertutup tanpa melibatkan masyarakat adat, para pengusaha lokal akan terus kehilangan akses terhadap informasi maupun peluang usaha.

Kehadiran wakil dari Amungme dan Kamoro di dalam BUMD sangat krusial. Hal ini bukan hanya soal keterwakilan, tetapi untuk memastikan adanya transparansi, keterlibatan aktif vendor lokal, serta pembagian manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat pemilik hak ulayat.

“Jangan sampai masyarakat asli hanya menjadi korban dan objek di tanahnya sendiri,” tegas Tenius Kum.