MIMIKA_ Transportasi udara menjadi satu-satunya akses dari Timika menuju Distrik Hoya, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Kepala Distrik Hoya, Yeteni Tabuni menyebut bukan saja akses dari Timika menuju Ibu kota Distrik, melainkan akses dari kampung ke kampung yang ada di Distrik Hoya juga hanya mengandalkan transportasi udara.
Yeteni Tabuni membeberkan, biaya transportasi dari Timika menuju Distrik Hoya untuk sekali sebesar 180 juta.
“Untuk menuju kesana kami hanya andalkan chopper (helikopter) dengan sekali terbang biaya yang kami siapkan sebesar 180 juta untuk sekali terbang,” kata Yeteni Tabuni saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRK Mimika, Senin (15/9/2025).
Sementara untuk biaya dari Distrik Hoya menuju Timika biasanya lebih murah dibandingkan dari Timika menuju ke Distrik Hoya.
“Kalau turun dari Distrik Hoya ke Timika lebih murah, tapi itu harus menunggu kalau ada penerbangan dari Timika ke Hoya, saat Chopper mau pulang itu baru kami bisa ikut dan itupun harus keluarkan biaya sekitar 90 juta,” kata Yeteni.
Yeteni meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera menyelesaikan pembangunan lapangan terbang (Lapter) di Distrik Hoya agar ada penerbangan subsidi yang melayani masyarakat disana.
“Kami harap masalah ini dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika bisa mendorongnya agar lapter di Distrik Hoya segera diselesaikan dan masyarakat disana bisa dengan muda mengakses ke Timika,” ujarnya. (Redaksi)













