■ ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. (Foto: Jefri)
MIMIKA_ Bupati Mimika, Johannes Rettob memperpanjang pendaftaran seleksi terbuka jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) untuk 12 jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Tahapan pendaftaran sebelumnya ditentukan berakhir tanggal 18 Agustus 2025, namun hingga tanggal batas pendaftaran yang ditentukan terlihat sepi ASN yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi pada OPD yang dilelang jabatannya.
“Kita sudah kasih batas waktu sampai tanggal 18 Agustus, tetapi sedikit ASN yang mendaftarkan diri, makanya kami perpanjang lagi pendaftaran untuk dua hari ke depan,” kata Bupati Mimika, pada Senin 25/8/2025).
Ia menjelaskan, permintaan perpanjangan lelang jabatan ini sudah disetujui dari pusat. Meskipun sebenarnya hanya diperbolehkan satu kali, tetapi karena dalam prosesnya harus terhubung dengan BKN di Jakarta dan sementara itu jaringan di Kabupaten Mimika sedang terganggu.
“Sebenarnya hanya boleh satu kali, tetapi saya perpanjang dua kali dengan alasan karena kita harus terkonek dengan BKN di Jakarta. Bahkan, alasan jaringan juga maka disetujui sementara, tetapi ini yang terakhir,” kata Bupati.
Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa lelang jabatan ini sepi pendaftar. Di antaranya adalah Apatur Sipil Negara (ASN) sudah merasa nyaman dengan posisinya serta ada pejabat yang ingin ikut, tetapi tidak memenuhi persyaratan.
“Ada jabatan yang kita lelangkan, tetapi tidak ada yang berminat sama sekali, tidak ada orang yang mendaftar ini. Ini persoalan kita juga. Saya tidak tahu, mungkin berpikir pola-pola lama di mana bisa main tunjuk-tunjuk. Tidak ada sekarang main tunjuk-tunjuk. Semua harus melalui prosedur,” tegasnya.
Johannes mengingatkan agar semua pegawai jangan lagi memiliki pola pikir lama. Menjadi pegawai harus profesional, mempunyai dedikasi yang betul-betul menjadi pelayanan masyarakat. Ia juga menegaskan, tidak ada yang boleh minta-minta jabatan, semua harus mengikuti prosedur.
“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Dikasih kesempatan lelang tidak ada yang mau ikut, saya juga heran tetapi teriak-teriak minta jabatan,” pungkasnya. (Redaksi)













