Luncurkan Buku “Menuju Mimika Menyala”, Alfian Balyanan: Papua Harus Jadi Parameter Kemajuan Nasional

Screenshot 20260711 222457 Gallery
" Munuju Mimika Menyala" Buku Karya Alfian Akbar Balyanan yang baru saja dilaunching secara resmi di Timika, Sabtu (11/7/2026)

TIMIKA – Anggota sekaligus Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, resmi meluncurkan buku karya terbarunya yang berjudul “Menuju Mimika Menyala”. Acara launching dan diskusi buku ini berlangsung khidmat di Hotel Grand Tembaga pada Sabtu (11/7/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting di Kabupaten Mimika. Hadir mewakili pemerintah daerah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika, Michael Yanwarin. Selain itu, peluncuran ini juga dihadiri oleh rekan-rekan anggota DPRK Mimika, jajaran Organisasi Kepemudaan (OKP), serta para tokoh pemuda di Timika.

Screenshot 20260711 222914 Gallery
Launching buku ” Menuju Mimika Menyala ” ditandai dengan pemukulan tifa. (Foto. Jefri)

Dalam sambutannya, Alfian mengungkapkan bahwa buku ini merupakan kompilasi dari ide dan tulisan-tulisan lamanya yang dikumpulkan sejak tahun 2018.

“Saya kumpul-kumpul, ketika saya cek, oh ternyata sudah bisa jadi buku juga. Akhirnya saya coba bukukan dan hari ini kita luncurkan,” ujar Alfian.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim yang terlibat, mulai dari penerbit Kampustaka, editor, hingga tim desain tata letak yang datang langsung dari Jakarta, serta tim penyelenggara yang menyukseskan acara tersebut.

Screenshot 20260711 222925 Gallery
Alfian Akbar Balyanan. (Foto. Jefri)

​Alfian menjelaskan bahwa buku “Menuju Mimika Menyala” merupakan manifestasi dari pemikiran mendalam mengenai realitas yang terjadi di Papua hari ini. Buku ini memotret sekaligus mengulas berbagai problematika, mulai dari politik hukum terkait Otonomi Khusus (Otsus), pemangkasan dana Otsus, hingga persoalan kewenangan antara badan percepatan dan komite eksekutif.

Di satu sisi, ia melihat adanya paradoks dalam perjalanan Otsus yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Negara telah memberikan landasan hukum sebagai instrumen afirmasi, proteksi, dan pemberdayaan orang asli Papua.

Namun di sisi lain, realitas menunjukkan birokrasi yang semakin gemuk, regulasi yang saling mengunci, dan kesejahteraan rakyat yang belum berbanding lurus dengan besarnya dana yang dikucurkan.

Oleh karena itu, buku ini dihadirkan sebagai titik tolak (staging point) untuk merefleksikan kembali sejauh mana kemajuan di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

Dengan tegas, Alfian menyatakan bahwa kemajuan Indonesia sudah sepatutnya diukur dari kemajuan yang ada di Papua.

“Papua harus menjadi parameter nasional dalam mengukur kemajuan Indonesia. Selama Papua masih berada di bawah standar ketimpangan, maka selama itu negara gagal dalam menunaikan janji kemerdekaan,” tegasnya.

Ia menyadari bahwa tantangan pembangunan di Papua dan Mimika tidaklah mudah. Hal ini membutuhkan kerja-kerja kolektif yang melibatkan semua elemen masyarakat dalam satu kesatuan tekad.

Di akhir sambutannya, Alfian menekankan bahwa “Menuju Mimika Menyala” bukan sekadar judul buku, melainkan sebuah seruan untuk menghidupkan kembali semangat yang menyala-nyala. “Dari Kabupaten Mimikalah kita tunjukkan bahwa Papua siap berkarya untuk negeri ini,” pungkasnya. (Redaksi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *