Perang Suku di Kwamki Narama Berlarut dan Makan Korban, Kehadiran Pemkab Mimika Dipertanyakan

dolfin
Dolfin Beanal. Foto. Jefri

 

MIMIKA_  Kehadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dipertanyakan dalam penyelesaian masalah perang saudara di Kwamki Narama yang telah berlarut dan memakan korban.

Bacaan Lainnya

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dolfin Beanal juga selaku Tokoh Pemuda merasa kecewa dengan Pemerinah Kabupaten Mimika karena tidak pernah hadir dalam penyelesaian perang saudara di Kwamki Narama.

“Perang sudah lama terjadi, Pemerintah berdiam diri seakan tidak persoalan disana. Sampai sekarang Pemerintah Kabupaten Mimika tidak pernah menanggapi persoalan disana, hanya kepolisian saja yang bergerak selama ini untuk menyelesaikan persoalan disana,” kata Dolfin kepada Papuaeksklusif.com pada Selasa (4/11/2025).

Pemerintah, kata Dolfin yang seharusnya banyak bergerak untuk menyelesaikan persoalan sehingga tidak terus meluas, karena pada dasarnya Pemerintahlah yang punya masyarakat bukan kepolisian.

“Bupati dan Wakil Bupati Mimika harus serius melihat persoalan yang ada di tengah masyarakat, jangan sampai Kabupaten tetangga yang turun tangan selesaikan persoalan ini,” kata Dolfin.

Kata Dolfin, jika persoalan Kwamki Narama diambil alih Kabupaten lain, maka Pemerintah Kabupaten Mimika akan ditelanjangi, karena tidak mampu melihat persoalan yang ada di tengah masyarakat dan menyelesaikan secara cepat.

Sementara itu, Kapolres Mimika, AKBP, Billyandha Hildiario Budiman pada beberapa waktu lalu juga menyampaikan persoalan di Kwamki Narama harus melibatkan Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK Mimika sebagai representatif masyarakat.

“Kalau kita dari pihak keamanan tetap siap mengamankan. Tapi untuk solusinya harus melibatkan berbagai pihak. Kita sudah koordinasi dengan Pemkab Mimika dan DPRK Mimika bahwasanya untuk masalah di Kwamki Narama bukan hanya masalah di kepolisian saja namun harus dari semua pihak,” terang Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menyebut situasi di Kwamki Narama masih kondusif. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Kwamki Narama untuk tidak termakan isu provokasi.

“Masalah ini sudah lama dan masalah ini juga sudah selesai juga. Kita selesaikan dengan kepala dingin. Apabila ada hal hal yang perlu disampaikan silahkan, kita siap 24 jam untuk mediasi,” kata Kapolres pada bebeberapa waktu lalu.

Kembalinya konlfik di Kwamki Narama, Kapolres menyebut karena dari kubu sebelah belum terima  kemudian termakan provokasi sehingga konflik kembali terjadi.

Pihak Kepolisian juga tengah mendalami motif dari kembalinya konflik disana dan memastikan akan menindak tegas para pelaku dan provokator yang membuat konflik terus terjadi.

“Kita tetap upayakan pendekatan persuasif, tetapi pelaku termasuk provokatornya juga kita cari. Jadi tidak ada ruang disini bagi provokator dan pembuat rusuh di wilayah kami. Kita akan tetap cari dan upayakan dilakukan penegakan hukum. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *