
MIMIKA_ Suasana berbeda mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Emas ke-50 Mapurujaya. Jika perayaan ulang tahun pada umumnya diidentikkan dengan prosesi pemotongan tumpeng atau kue, panitia penyelenggara justru menyuguhkan tradisi unik berupa santap bersama kuliner khas Papua serta perlombaan tradisional.
”Biasanya kita ulang tahun potong tumpeng atau kue, tapi kali ini kita buat berbeda di mana kita mencicipi tambelo,” ujar Rampeani, pemandu acara yang mengarahkan jalannya kegiatan tersebut.
Momen seru terjadi ketika lagu selamat ulang tahun digemakan, diiringi aksi para tamu undangan yang menikmati tambelo—cacing kayu khas hutan bakau Papua. Selain tambelo, hidangan dilengkapi dengan makanan pokok sagu serta aneka lauk pendamping seperti telur, mi, hingga siput laut.
Kemeriahan semakin memuncak saat para pejabat daerah diajak langsung mengikuti lomba mengikat karaka atau kepiting bakau.
Perlombaan ini diikuti dengan antusias oleh Ketua DPRK Mimika, anak-anak Labema, hingga unsur TNI-Polri yang hadir di lokasi dan disaksikan Wakil Bupati Mimika dan ribuan masyarakat yang hadir dalam pesta rakyat tersebut.
Rampeani menjelaskan bahwa konsep unik ini diusung bukan tanpa alasan. Menu tradisional dan lomba mengikat karaka disajikan sebagai pengingat bagi para pejabat serta generasi muda (anak Labema) agar tidak melupakan akar budaya dan kenangan masa kecil mereka.
Melalui kebersamaan, permainan tradisional, serta nostalgia kuliner lokal ini, seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, dan aparat keamanan diajak untuk mempererat tali silaturahmi. Momen HUT ke-50 ini diharapkan menjadi pijakan bersama untuk terus bersatu membangun Kabupaten Mimika ke depan.









Tinggalkan Balasan