ATUKA — Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu, mengungkapkan bahwa kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan malaria masih menjadi dua penyakit utama yang mendominasi kunjungan kesehatan di wilayah kerjanya sepanjang tahun.
​
Saat ditemui di Puskesmas Atuka, Kamis (15/10/2026), Julia menjelaskan bahwa dari sepuluh besar penyakit di wilayah tersebut, kasus ISPA menempati urutan pertama yang paling banyak dikeluhkan masyarakat, disusul oleh kasus malaria.
​
“Secara data sepuluh besar penyakit, rata-rata kami di urutan ketiga untuk kasus malaria. Namun, untuk kasus yang paling tinggi dari Januari sampai sekarang itu adalah ISPA,” ujar Julia.
​
Sebagai gambaran data, pada September lalu, tercatat sebanyak 441 kasus ISPA tersebar di lima kampung wilayah kerja Puskesmas Atuka. Sementara itu, untuk kasus malaria, pihak puskesmas terus melakukan pemantauan ketat tren bulanan guna menekan angka penyebaran.
​

Faktor Perilaku dan Upaya Pencegahan
​
Menurut Julia, faktor utama yang memicu tingginya angka kesakitan ini berkaitan erat dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Mengubah kebiasaan dan perilaku hidup masyarakat diakuinya bukan perkara mudah dan memerlukan proses yang berkelanjutan.
​
Sebagai langkah antisipasi menghadapi berbagai potensi risiko kesehatan—termasuk dampak kabut asap yang sempat terjadi—pihak puskesmas bersama Dinas Kesehatan telah mengambil langkah taktis. Bantuan masker telah disalurkan, terutama kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta anak sekolah melalui koordinasi bersama pihak distrik, kelurahan, hingga tingkat RT.
​
“Kami dari tenaga kesehatan tidak bosan-bosannya melakukan penyuluhan dan edukasi terkait PHBS, baik melalui posyandu, konseling pasien yang datang berobat, maupun kunjungan langsung ke rumah-rumah warga,” tambahnya.

​Meskipun mengubah perilaku masyarakat membutuhkan waktu, Julia mengapresiasi sambutan dan penerimaan warga yang dinilai cukup baik terhadap berbagai program sosialisasi kesehatan yang diberikan. Pihak puskesmas berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi secara rutin demi menekan angka kasus penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah pesisir Atuka.