MIMIKA_ Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Manasari, Emanuel Amu Wolor sebut sekolah yayasan saat ini khususnya di Manasari kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Mimika.
Padahal, kata Emanuel, SD YPPK Manasari merupakan sekolah tertua di Distrik Mimika Timur Jauh dan merupakan sekolah induk, namun kini seperti anak tiri yang hilang dari perhatian.

“SD YPPK Manasari ini adalah sekolah tertua di Manasari dan keberadaannya jauh sebelum ada sekolah negeri mulai dibangun Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan, namun kini mulai dipinggir. Kami di SD YPPK khususnya di Manasari saat ini seperti pengemis, apalagi saat pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang mengharuskan menggunakan digital, kami harus mengemis ke sekolah negeri untuk kami bisa menumpang atau menggunakan komputer milik sekolah negeri,” curhat Emanuel saat reses anggota DPRK Mimika, Rampeani Rachman.

Emanuel berharap Pemerintah Kabupaten Mimika tidak lagi membeda- bedakan antara sekolah swasta dan sekolah negeri, terutama sekolah yang berada di wilayah pesisir.
“Yang kami didik di SD YPPK semua 100 persen anak-anak asli papua, jadi besar harapan kami ketika ada bantuan tidak hanya tertuju pada satu pihak saja, tetapi merata untuk semua sekolah,” harap Emanuel.

Mendengar curhatan tersebut, Rampeani Rachman langsung penuhi kebutuhan komputer untuk SD YPPK Manasari.
“Komputer saya yang akan adakan di anggaran perubahan mendatang,” ungkap Rampeani Rachman yang disambut tepuk tangan masyarakat Fanamo dan Omawita. Rampeani Rachman akan membantu 10 unit komputer untuk SD YPPK Manasari.
“Saya bantu 10 unit dulu, nanti kita berproses dan semoga itu bisa menjawab kebutuhan pendidikan di SD YPPK Manasari. Semoga ini bisa membantu dan bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujar Rampeani. (Redaksi)




