Pasca Longsor Tembagapura, Tenaga Kesehatan RS Waa Banti Minta Segera Dievakuasi

Screenshot 20260428 145735 Gallery
Akses Jalan yang rusak akibat longsor di area Banti-Kimbely, Distrik Tembagapura. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Bencana tanah longsor yang terjadi di area Banti-Kimbely, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, mulai mengancam fasilitas publik.

Bacaan Lainnya

Longsor disana tidak hanya memutus akses jalan utama masyarakat, material longsor dilaporkan telah merembes masuk ke kawasan Rumah Sakit (RS) Waa Banti.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas. Karena takut akan adanya longsor susulan, para nakes mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera melakukan evakuasi.

​Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa dirinya belum menerima laporan detail terkait dampak longsor yang masuk ke area rumah sakit. Namun, ia menegaskan bahwa langkah antisipasi telah diambil.

​”Kami telah memberangkatkan tim ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi dan situasi di sana. Tim akan mengidentifikasi setiap permasalahan agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan yang tepat,” ujar Bupati, Selasa (27/4/2026).

​Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan, material longsor memang telah memasuki area RS Waa Banti. Hal ini menciptakan rasa tidak aman bagi para petugas medis yang sedang menjalankan tugas di wilayah tersebut.

​Salah satu nakes yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa mereka telah mengajukan permohonan untuk segera ditarik dari lokasi penugasan demi keselamatan nyawa.

​”Betul, kami meminta untuk segera turun (dievakuasi) karena kami khawatir akan ada longsor susulan. Kami berharap bisa dievakuasi lebih awal dari jadwal yang seharusnya,” ungkap sumber tersebut kepada Papuaeksklusif.com.

​Hingga saat ini, situasi di Distrik Tembagapura masih terus dipantau oleh otoritas terkait guna memastikan keselamatan warga dan petugas medis di area terdampak.

Bupati menyebut pemerintah terus berkoordinasi intensif dengan PT Freeport Indonesia terkait kondisi di Tembagapura. Pemerintah Kabupaten Mimika juga telah mengirim bantuan kepada masyarakat yang terdampak longsor. (Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *