MIMIKA_ Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Abraham Kateyau, mengungkapkan bahwa realisasi program kerja Pemerintah Kabupaten Mimika hingga akhir Juni masih tergolong minim. Berdasarkan data per 28 Juni 2026, realisasi fisik baru mencapai 17 persen, sementara realisasi keuangan baru menyentuh angka 25 persen.
Abraham menjelaskan bahwa rendahnya capaian ini disebabkan oleh sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satu faktor utamanya adalah masih banyaknya program kerja yang tertahan dalam proses pelelangan.
“Kendala kita ada banyak hal. Pertama, saat ini masih banyak program yang berada di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) dan masih dalam proses pelelangan,” ujar Abraham.
Meskipun realisasi saat ini masih lambat, Pemkab Mimika optimistis dapat mengejar ketertinggalan. Abraham menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mendorong agar seluruh proses tender di LPSE dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
“Kita berharap semua proses pelelangan selesai di bulan ini,” tambahnya.
Selain kendala administrasi lelang, Pemkab Mimika juga dihadapkan pada tantangan fluktuasi ekonomi berupa kenaikan harga barang. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan melakukan review terhadap sejumlah kegiatan agar proyek tetap berjalan realistis.
“Kemarin kita sudah melakukan review kegiatan mengingat adanya kenaikan harga. Dengan review ini, nantinya pelaksanaan pekerjaan di lapangan akan disesuaikan dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang sudah kita perbaiki,” pungkas Abraham.
Melalui langkah perbaikan HPS dan percepatan lelang ini, diharapkan serapan anggaran serta pembangunan fisik di Kabupaten Mimika dapat meningkat signifikan pada kuartal berikutnya. (Redaksi)





